Home » Hiburan » Polisi Ungkapkan Ada Saksi yang Mengetahui Kasus Seungri Dalam Kasus Prostitusi

Polisi Ungkapkan Ada Saksi yang Mengetahui Kasus Seungri Dalam Kasus Prostitusi



Seoul – Terus berlanjut, investigasi kepolisian terhadap Seungri eks Bigbang atas sejumlah kasus. Salah satunya adalah tudingan bahwa ia memberikan jasa prostitusi kepada kliennya.

Polisi Ungkapkan Ada Saksi yang Mengetahui Kasus Seungri Dalam Kasus Prostitusi

Seungri

Polisi pun merilis pernyataan resmi yang menyatakan bahwa mereka sudah setengah jalan dalam mengonfirmasi keterlibatan Seungri dalam dugaan penyedia jasa prostitusi.

Polisi menyebut telah memeriksa sekitar lima orang selama dua minggu terakhir terkait kasus prostitusi ini, dilansir dari Allkpop, Senin (1/4/2019). Polisi mengungkapkan bahwa ada saksi yang telah mengakui soal keterlibatan Seungri dalam kasus ini. Seperti yang diketahui, di Korea prostitusi merupakan tindakan ilegal.

“Selama dua minggu, kami memeriksa banyak orang terkait hal ini. Ada empat sampai lima orang yang juga diinvestigasi. Kami juga mendapat pengakuan yang mengonfirmasi keterlibatannya dalam dugaan prostitusi,” tutur pihak kepolisian.

Kepolisian Seoul menjelaskan bahwa mereka sudah menemukan titik terang soal kasus prostitusi ini. Namun mereka belum bisa merilis nama-nama siapa saja yang ditangkap.

“Kami mengonfirmasi kebenaran soal kasus dugaan prostitusi ini. Namun karena peraturan hukum, kami tidak bisa mengungkap berapa banyak orang yang ditangkap,” tutup wakil kepolisan Seoul.

Baca juga : Lantaran Tidak Dalam Kondisi yang Fit, Polisi Kesulitan Memeriksa Nikita Mirzani

Seungri sendiri saat ini diperiksa dalam sederetan kasus sekaligus, termasuk soal Burning Sun di mana ia diduga merupakan CEO dan salah satu founder club tersebut. Seungri juga diperiksa atas dugaan menjadi penyedia jasa prostitusi, di mana merupakan hal ilegal di Korea.

Seungri juga terlibat dalam grup chat yang berisi soal percakapan seksual, termasuk penyebaran video yang diambil secara ilegal. Di sisi lain, Seungri juga diduga terlibat dalam penggelapan pajak.

(Png – sisidunia.com)