Home » News » Awas, Inilah 3 Kalajengking Paling Mematikan di Dunia

Awas, Inilah 3 Kalajengking Paling Mematikan di Dunia



Jakarta – Jika Anda pernah berkemah di iklim kering, tak ada salahnya sering memeriksa sepatu. Hal itu dilakukan untuk memastikan tak ada kalajengking atau hewan melata lainnya yang bersarang di sepatu Anda.

Awas, Inilah 3 Kalajengking Paling Mematikan di Dunia

Kalajengking

Kalajengking memang tak selalu mengancam nyawa, namun ada baiknya menghindari sengatannya. Memiliki capit dengan kaki dan lengkap dengan ekor yang selalu siap untuk menyengat, membuat hewan yang satu ini terlihat menakutkan.

Namun kebanyakan dari mereka tak mampu menumbangkan manusia. Kalajengking jenis kaisar misalnya yang memiliki warna hitam pekat dan panjangnya bisa mencapai delapan inci, membuat hewan melatah ini terlihat gagah.

Bahkan beberapa orang rela memelihara kalajengking jenis ini. Kalajengking ini tak membuat nyawa melayang, namun ada baiknya kamu mengetahui jenis-jenis kalajengking yang baiknya dihindari.

Berikut 3 jenis kalajengking paling berbahaya di dunia, seperti dilansir dari laman owlcation.com. Yuk simak ulasan berikut.

1. Indian Red Scorpion (Hottentotta Tamulus)

Indian Red Scorpion bisa dikatakan sebagao kalajengking palong mematikan di dunia. Saat disengat oleh kalajengking kecil ini, korban biasanya mengalami mual, masalah jantung, perubahan warna pada kulit.

Pada kasus yang parah akan mengalami edema paru karena akumulasi cairan di paru-paru. Edema pulmonal menyebabkan sesak napas dan bisa menyebabkan kematian.

Tingkat keparahan gejala-gejala ini tergantung pada jumlah racun yang dan kerentanan korban. Menurut studi klinis, prazosin, obat untuk hipertensi sering diberikan bagi korban sengatan kalajengking untuk mengurangi risiko kematian hingga 4%.

Kalajengking yang mematikan ini kebanyakan hidup di India, di wilayah timur, Nepal dan Pakistan, dan di Sri Lanka.

Kendati demikian kemunculan kalajengking ini sangat jarang terjadi.

Indian Red Scorpion ukurannya tak terlalu besar dengan panjang berkisa anatara 40 hingga 60 milimeter.

Warnya berfasiasi antara oranye ke coklat hingga abu-abu dan memiliki bintik-bintik abu-abu gelap yang tersebar dari kepala ke bawah ke punggung bawah.

2. Deathstalker Scorpion (Leiurus quinquestriatus)

Seperti namanya, kalajengking deathstalker masuk dalam daftar kajengking paling berbahaya di dunia. Memiliki racun yang sangat berbahaya membuat korban yang tersengat tak akan melupakan rasa sakit yang ditimbulkannya.

Gejala-gejala sengatan deathstalker seperti detak jantung yang meningkat, tekanan darah tinggi bahakna bisa kejang dan koma. Akibat terburuk dari sengatan kalajengking ini bisa menyebabkan kematian pada anak kecil atau orang dewasa yang sedang tak sehat.

Tak disarankan untuk memiliki kalajengking ini sebagai hewan peliharaan karena hewan ini sangat agresif dan mudah gelisah ketika terkuring dalam kandang kecil. Bila terkena sengatan deathstalker disarankan langsung mencari bantuan medis.

Kalajengking ini berwarna kuning kehijauan, bentuknya elastis menyerupai mainan tapi sangat mematikan.

3. Arabian Fat-Tailed Scorpion (Androctonus crassicauda)

The Arabian Fat-Tailed Scorpion memiliki tingkat bahaya setara dengan deathstalker. Sengatan dari kalajengking ini bisa menyebabkan gejala mengerikan, termasuk kejang, tak sadarkan diri dan hipertensi.

Bila mendapat snegatan dari kalajengking ini bis amenyebabkan meninggal dunia pada anak-anak dan orang dewasa yang memiliki masalah jantung. Kasus sengatan yang telah ada kebanyakan tak berakibat fatal karena bisa mendapatkan pertolongan medis dengan cepat.

Bila korban tak mendapatkan perawatan medis setelah tujuh jam setelah sengatan, kemungkinan kematian akan meningkat secara signifikan.

Kebanyakan orang bingung untuk membedakan antara Fat-Tail Arab dengan Black Fat-Tailed dan mengkalim keduanya adalah spesies yang sama. Meski terlihat sangat mirip, kedua kalajengking ini sebenarnya berbeda.

Arabian Fat-Tailed Scorpion memiliki penjepit lebih besar.

(Png – sisidunia.com)