Home » Hiburan » Aktor Tampan Ini Mengaku Masih Menyimpan Trauma Tragedi Mei 1998

Aktor Tampan Ini Mengaku Masih Menyimpan Trauma Tragedi Mei 1998



Jakarta – Soal aksi damai yang berujung kerusuhan di Jakarta pada tanggal 21 dan 22 Mei 2019 lalu, Denny Sumargo akhirnya ikut berkomentar. Seperti yang diketahui, aksi tersebut mengundang keprihatinan sejumlah pihak termasuk dari kalangan artis. Artis yang akrab disapa Densu itu mengaku dirinya langsung berdoa setelah beberapa jam KPU menyampaikan pengumumannya.

Aktor Tampan Ini Mengaku Masih Menyimpan Trauma Tragedi Mei 1998

Denny Sumargo

Denny berdoa agar kondisi Jakarta tetap damai. Namun aksi damai yang diikuti lebih dari 200 orang perusuh berujung rusuh sehingga beberapa orang ditangkap oleh aparat kepolisian. Menurut Denny, aksi damai menyampaikan aspirasi itu wajar namun menjadi tak wajar ketika sampai terjadi penjarahan hingga pembakaran.

“Saya berharap setelah semuanya ini kita damailah. Konflik politik pasti ada, karena ada dua kubu yang berjuang di jalan masing-masing. Sikap legawa tidak akan terbentuk secara instan, butuh waktu. Namun ingatlah ada banyak orang yang punya keluarga di luar sana. Ingat pula peristiwa Mei 1998. Semestinya ini tak perlu terulang,” kata Denny.

Baca juga :  Gagal Jadi Wakil Rakyat, Giring Kini Terlibat Proyek Bareng Rian D’Masiv

Denny mengaku memiliki trauma atas kejadian Mei 1998. Saat itu dia ingat betul masih di Makassar. Daerah tempat tinggalnya bahkan diberlakukan status keamanan siaga satu. Dia yang masih duduk di bangku SMA mendengar penjarahan di sejumlah toko milik saudara sebangsa yang beretnis Tionghoa. Alhasil momen kelam itu pun membuatnya menjadi trauma.

“Itu menyisakan trauma. Saya kala itu merasakan sendiri dan amat terpukul. Kalau mengingat tragedi itu otomatis air mata menetes,” cerita Denny.

“Saya tahu kedua pasangan peserta Pilpres berjuang. Para pendukungnya pun berjuang untuk Indonesia yang lebih baik. Mohon dengan sangat, saat turun ke jalan jangan merusak. Pertimbangkan kepentingan dan keselamatan orang lain yang notabene saudara sebangsa kita. Tolong jangan bertindak terlalu jauh,” pesannya.

(Png – sisidunia.com)