Home » Hiburan » Ayahnya Merasa Diperlakukan Buruk Oleh RS di Jakarta, Kakak Jessica Iskandar Emosi

Ayahnya Merasa Diperlakukan Buruk Oleh RS di Jakarta, Kakak Jessica Iskandar Emosi



Jakarta – Ketika ayahnya, Hardi Iskandar dirawat di rumah sakit Jakarta, beberapa waktu lalu Jessica Iskandar mengungkapkan rasa kesal pada perlakuan tak mengenakkan. Sudah sebulan dirawat di rumah sakit Jakarta, penyakit batu ginjal ayah wanita yang akrab disapa Jedar itu tak kunjung sembuh.

Ayahnya Merasa Diperlakukan Buruk Oleh RS di Jakarta, Kakak Jessica Iskandar Emosi

Erick Iskandar

Lantas, Jedar pun memindahkan sang ayah ke rumah sakit di Penang, Malaysia. Kini kondisi sang ayah tercinta pun setelah dirawat tiga hari di Penang sudah berangsur membaik.

“Sekarang sudah bisa naik mobil. Cuma dalam tiga hari, dari Minggu sampai Rabu di rawatnya. Dua hari pertama diinfus, setelahnya sudah tidak diinfus.” ungkap Erick Iskandar.

Erick mengungkap rasa kagum dan puas terkait segala perawatan yang diberikan pada ayahnya di rumah sakit Penang. Ia juga menyebut tindakan para dokter untuk menangani penyakit sang ayah sangatlah cepat.

“Saya benar-benar sangat kagum dengan tim kedokteran di Penang di Malaysia, itu sangat bagus banget. Tindakannya cepat, saya cuma di situ, 3 hari dari hari Minggu sampai Rabu.” sambung Erick.

Senada dengan Jedar, Erick pun mengungkap rasa kecewa terhadap pelayanan rumah sakit di Jakarta. Terlebih, kondisi kesehatan ayahnya yang memang menjadi taruhan nyawa.

“Saya juga sangat kecewa dengan… Dan mohon maaf sebelumnya, tapi ini saya dan keluarga yang merasakan bahwa tim kedokteran Indonesia sangat tidak baik, sangat tidak bagus untuk keluarga saya. Especially untuk ayah saya, sangat enggak bagus.” lanjut Erick.

Erick mengaku sudah mengadukan pelayanan buruk tersebut pada kepala rumah sakit. Ia pun enggan membahas lebih lanjut soal respons dari pihak rumah sakit yang menangani sang ayah.

“Intinya mereka cukup malu. Ya boleh tanya sendiri sama rumah sakitnya. Saya soalnya sudah emosi banget.” beber Erick.

Meski demikian, Erick tak mau buru-buru menilai soal penanganan tim dokter Indonesia tersebut adalah sebuah malapraktik. Ia lebih memilih masyarakat menilai sendiri soal apa yang dialami ayahnya.

“Masalah batu ginjal kecil saja ayah saya sudah di-endoskopi, juga di-open surgery, yang mana dokter Malaysia sampai geleng-geleng. Mau ngapain di-open surgery, sudah enggak zaman untuk ancurin batu ginjal itu, ini bukan zaman dulu.’ Papa saya itu dirawat satu bulan, lho, di Jakarta. Pulang masih jompo-jompo, masih enggak bisa jalan.” jelas Erick.

Baca juga : Psikolog Tika Bisono Tanggapi Fenomena Artis Pacaran Settingan

Lebih lanjut, Erick meminta Dinas Kesehatan mengkaji ulang para dokter yang mendapat izin praktik. Ia tak mau ada lagi korban dari tim dokter Indonesia seperti ayahnya.

“Coba dari dinas kesehatan, tolong di-review dokter-dokter Indonesia. Kalau enggak pantas praktik, enggak usah praktik mendingan. Karena di Penang sendiri itu banyak banget korban-korban dokter Indonesia.” tutup Erick.

(Png – sisidunia.com)