Home » News » Tanggapan Santai Polisi Terkait Keluhan Ratna Sarumpaet Soal Sel Tahanan

Tanggapan Santai Polisi Terkait Keluhan Ratna Sarumpaet Soal Sel Tahanan



Jakarta – Sempat mengungkapkan beberapa keluhan terkait ruang tahanan yang ia tempati, terdakwa kasus hoaks, Ratna Sarumpaet. Menurut Ratna, sel tahanan itu mempengaruhi kesehatannya.

Tanggapan Santai Polisi Terkait Keluhan Ratna Sarumpaet Soal Sel Tahanan

Ratna Sarumpaet

Ibunda Atiqah Hasiholan itu bahkan mengaku tidak ada ventilasi udara di ruangan tersebut.

“Ya kita coba ajukan lagi ya. Disana susah soalnya enggak ada ventilasi. Saya misalkan sakit dengkul, dengkul saya suka misplace (dislokasi) suka keluar dari sarangnya, kalau di tempat tidur biasa kaki saya bisa turun duluan.” tutur Ratna.

Menanggapi keluhan Ratna, pihak Polda Metro Jaya pun buka suara. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengaku bahwa ruang tahanan Ratna sudah layak huni.

Menurut Argo, semua tahanan memang harus menerima kondisi lapas yang ada. Ia juga menekankan bahwa kondisi yang diterima Ratna merupakan konsekuensi dari perbuatannya sendiri.

“Kalau enggak suka jangan masuk penjara (jangan berbuat pidana),” ujar Argo di Mapolda Metro Jaya Jakarta.

Tak hanya itu, Argo juga merinci sel tahanan Ratna yang disebut berbeda dengan ruang yang lain. Ruang yang dihuni Ratna diisi oleh 5 orang, sedangkan sel lain bisa diisi hingga 14 orang tahanan.

Menurut Argo, hal tersebut dilakukan kepolisian supaya Ratna merasa nyaman.

“Ruang sel Ratna sudah layak ya. Biar nyaman, biar betah,” jelas Argo.

Terkait dengan tidak adanya ventilasi dalam sel tahanan Ratna, Argo pun memberikan penjelasan. Menurut Argo, ketiadaan ventilasi di sel sudah sesuai dengan prosedur atau ketentuan ruang tahanan.

“Enggak ada ventilasi. Karena nanti kalau dimasukin lilin sama orang lain gimana?” jelas Argo.

Argo pun lantas membantah soal ketiadaan kasur di sel tahanan Ratna. Argo mengaku bahwa pihaknya telah menyiapkan kasur untuk aktivis tersebut. Sejumlah fasilitas lain bahkan telah disediakan, seperti lampu terang dan kipas angin.

“Bukan kasur di lantai, tidak. Kita ada kayu tinggi dikasih karpet, lalu kasur.” ungkap Argo.

(Png – sisidunia.com)