Home » News » Petugas PKH Gadungan Gendam Nenek 65 Tahun di Probolinggo

Petugas PKH Gadungan Gendam Nenek 65 Tahun di Probolinggo



Probolinggo – Sutik (65), Warga Desa Binor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, mengalami kejadian nahas. Nenek 7 cucu itu menjadi korban hipnotis atau gendam yang membuat 71,5 gram emasnya melayang.

Petugas PKH Gadungan Gendam Nenek 65 Tahun di Probolinggo

Ilustrasi

Pelaku merupakan orang yang menyamar sebagai seorang petugas Program Keluarga Harapan (PKH).

Baca juga : Viral, Pengendara Ini Ogah Nginjak Aspal Saat Berhenti di Lampu Merah

Berdasarkan keterangan korban, kejadian bermula saat korban tengah duduk santai di teras rumahnya, pada Selasa 27 Maret 2019 lalu. Ia tiba-tiba didatangi dua orang yang tak dikenalnya.

Karena dianggap tamu, korban akhirnya mempersilakan keduanya masuk rumah. Setelah duduk di kursi ruang tamu, kedua pelaku lantas menjelaskan kepada korban dengan mengaku sebagai petugas survei.

Kedua pelaku mengaku utusan dari pusat, untuk mendata para warga yang akan mendapatkan bantuan pemerintah. Kebetulan, korban adalah salah satu penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

Aksi kedua pelaku pun dimulai, mereka meminta korban agar mau difoto sebagai syarat pendataan ulang, guna mendapatkan bantuan. Namun anehnya, kedua pelaku meminta korban melepaskan perhiasan yang dikenakannya.

“Saya bukan mengikuti permintaannya, tapi malah saya memakai kerudung untuk menutupi perhiasan,” ungkap korban, Kamis (28/03/19).

Dikatakan korban, kedua pelaku terus memaksanya untuk melepas perhiasan, meski memakai kerudung. Mereka beralasan, jika perhiasan korban tak dilepas kamera pelaku akan berbunyi.

“Katanya kameranya akan berbunyi, jika ada perhiasan. akhirnya saya buka semua perhiasan mulai dari kalung, gelang, cincin. Bahkan dia juga membantu melepaskan,” ungkapnya.

Setelah semua perhiasan dilepas, pelaku lantas meminta korban untuk meletakkan di wadah yang sudah disediakan oleh pelaku.

“Setelah dilepaskan, saya lalu disuruh pelaku meletakkannya di dapur. Kemudian saya difoto, nah habis foto itu saya dikasih mie instan dan deterjen. Katanya, barang-barang itu bantuan dari pemerintah pusat,” paparnya.

Selanjutnya, korban diminta untuk memanggil warga lainnya yang juga mendapatkan Program PKH. Tanpa rasa curiga, korban pun kemudian meninggalkan pelaku. Dan saat itulah, kedua pelaku beraksi dan masuk ke dapurnya untuk mengambil perhiasan dan melarikan diri.

“Yang dibawa kabur, ya gelang 50 gram, kalung 11,5 gram dan dua cincin emas 10 gram. Total seberat 71,5 gram emas yang dibawa lari pelaku. Kalau di uangkan sekitar Rp 29 juta lebih,”Ungkap Sutik.

Sadar dirinya ditipu, korban kemudian melaporkan kepada kepala Desa Binor. Oleh Kades setempat, kejadian yang dialami korban langsung dilaporkan ke pihak berwajib.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Riyanto membenarkan adanya aksi penipuan tersebut. Pihaknya mengaku telah berkoordinasi, dengan Polsek Paiton.

“Benar memang ada laporan penipuan, dengan modus sebagai petugas survei bantuan. Tapi bukan tim sukses calon peserta Pemilu,” kata Riyanto.

(Png – sisidunia.com)