Home » Hiburan » Jarang Terekspos, Inilah Pekerjaan Suami Soimah

Jarang Terekspos, Inilah Pekerjaan Suami Soimah



Jakarta – Raffi Ahmad kembali menghadirkan segmen InspiRANSi di YouTube miliknya, Rans Entertainment. Kali ini Raffi menggandeng pesinden kondang Tanah Air, Soimah. Berbagai hal pribadi dan perjuangan mengesankan dari sosok Soimah dibahas oleh Raffi dalam video tersebut.

Jarang Terekspos, Inilah Pekerjaan Suami Soimah

Soimah

Soimah menceritakan perjuangan dirinya sampai menjadi artis papan atas seperti sekarang ini. Berasal dari kota kecil, Soimah berjuang mati-matian demi mewujudkan mimpi sang bunda yang ingin sekali melihatnya menjadi artis. Beruntung Soimah selalu didampingi oleh sang suami, Herwan Prandoko alias Koko.

Koko setia mendampingi sang istri sampai berhasil seperti sekarang ini, ketika menikah pada tahun 2002. Kesetiaan dan perjuangan Koko bersama Soimah dalam mencapai karir seperti sekarang pun membuat Raffi takjub. Suami Nagita Slavina kemudian mengungkap bahwa Koko bukan orang sembarangan.

Rupanya Koko memiliki usaha yang mapan sebagai bos bis dan merupakan salah satu orang kaya di kampung. “Katanya suami lu juragan bis ya?.” tanya Raffi.

“Ya awalnya punya bis transportasi, terus gabah (atau) penggilingan padi. Sekarang masih ada,” jelas Koko santai.

Soimah pun bercanda dengan menyebut bahwa pekerjaan Koko menjadi salah satu alasannya mau dinikahi. “Kalau lu mah ada (terhenti),” timpal Raffi.

“Makanya gue mau ama dia,” celetuk Soimah santai.

“Oh jadi ceritanya lu jadi orang berada di daerah kampungnya, gitu? kayak Cinderella, lu (Soimah) yang miskinnya, dia yang kayanya,” sambung Raffi sambil tertawa.

Baca juga :  Pak Ndul, Youtuber Berkepala Plontos Yang Sukses Mencuri Perhatian Netizen

Cerita pun berlanjut ke topik penyesalan Soimah yang belum sempat menunjukkan kesuksesannya kepada sang bunda, Kasmiyati yang meninggal sekitar tahun 2007. Pemilik nama lengkap Soimah Pancawati itu juga mengungkapkan bahwa dirinya belum sempat memberikan mukena berbahan sutra yang diimpikan sang bunda saat itu.

“Karena ketika aku masuk TV itu 2009 awal, ibuk meninggal itu sekitar tahun 2007-an. Jadi setahun setelah itu baru aku masuk TV. Jadi ibuku belum bisa menyaksikan apa yang dia minta, tampil di TV-TV Jakarta. Itu yang bikin aku sedih. Ibaratnya kalau masih hidup, aku bisa beliin sutra (mukena sutra impian sang bunda).” kenang Soimah.

(Png – sisidunia.com)