Home » Gaya Hidup » Inilah Dampak Main Game Untuk Kesehatan

Inilah Dampak Main Game Untuk Kesehatan



Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) dilaporkan tengah mengkaji fatwa haram untuk game populer PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG). Di India PUBG sudah dilarang lantaran dianggap memiliki dampak buruk bagi anak muda.

Inilah Dampak Main Game Untuk Kesehatan

Inilah Dampak Main Game Untuk Kesehatan

“MUI akan lakukan kajian. Di samping konten, juga dampak yang ditimbulkan,” kata Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Niam Sholeh, seperti dikutip dari detiknews pada Kamis (21/3/2019).

Baca juga : Awas, Jika Keseringan Begadang Bakal Bikin Otak Lemot

Terkait hal tersebut dari sisi kesehatan sendiri pernah ada beberapa kasus viral di mana orang-orang mengaitkan beberapa penyakit karena dampak kecanduan game. Apa saja contohnya? Berikut rangkuman detikHealth dari berbagai sumber:

1. Mata bengkak

Di media sosial Facebook seorang pengguna bernama AaDeden Kusumah membagikan cerita bagaimana matanya bisa bengkak sembab. Menurutnya hal ini terjadi akibat radiasi ponsel yang sering ia pakai untuk bermain game Mobile Legends (ML) hingga larut malam.

“Ok ini saya jadi korban Radiasi Hp y jujur saya suka begadang&Hiburan Main MobaileLegend &dll nya saya tidak tahu bahwa efek nya on trs layar Hp dan main game akan separah ini,” tulisnya.

Menanggapi hal tersebut spesialis mata dr Elvioza, SpM(K), dari Jakarta Eye Center (JEC) menyebut apa yang terjadi kemungkinan adalah computer vision syndrome.

“Efek radiasi bukan seperti itu, dia enggak seketika langsung. Paling yang terjadi kelelahan mata. Memang kalau melihat komputer atau main ponsel frekuensi mengedip akan berkurang 25-30 persen jadi matanya agak kering,” kata dr Elvioza ketika dihubungi.

2. Stroke

Seorang pengguna media sosial bernama Mhary Mundoc Idanan viral di Facebook karena mengunggah kisah bagaimana dirinya terkena stroke. Menurut Mhary ia kena stroke di usia relatif muda (23 tahun) akibat kecanduan bermain game ponsel ML.

Dalam unggahan yang sama Mhary juga menunjukkan foto dirinya sedang terbaring lemas di rumah sakit. Banyak warganet berkomentar mengingatkan agar orang-orang jangan lupa diri bermain game sampai tidak makan dan istirahat.

Apakah benar Mhary stroke karena bermain game tidak terkonfirmasi. Namun studi yang dilakukan oleh peneliti di University College London memang menemukan bahwa orang-orang bisa lebih berisiko terkena masalah kardiovaskular ketika terlalu lama menghabiskan waktu di depan layar.

3. Gagal jantung

Seorang pria dari Hunei, Taiwan, ditemukan meninggal setelah bermain game selama tiga hari berturut-turut. Petugas medis mengkonfirmasi bahwa Hsieh meninggal karena gagal jantung tanpa ada tanda-tanda cedera luar.

Kematiannya oleh otoritas dikategorikan sebagai kematian ‘mendadak’ akibat terlalu lama bermain game komputer. Kepala Polisi Hunei, Weng Chun-neng, mengatakan suhu yang dingin dan tubuh yang sangat lelah adalah faktor yang mungkin berkontribusi terhadap kematian sang pria.

4. Saluran kemih bengkak

Keasyikan main game membuat seorang bocah 10 tahun asal London, Inggris, malas pergi ke kamar mandi untuk buang air. Akibatnya, ia mengalami pembengkakan usus dan saluran kemih, serta harus dilarikan ke rumah sakit.

dr Jo Begent dari University College Hospital, London, mengatakan bocah yang tak disebutkan namanya itu keasyikan bermain game selama lebih dari 8 jam bersama sang ayah.

“Bocah ini mengeluh sakit dan tidak bisa buang air, dan ada pembengkakan di perut bagian bawah. Pemeriksaan MRI menunjukkan bahwa saluran kemih dan usus pasien bengkak karena kotoran yang menyumbat,” ujarnya, dikutip dari Telegraph.

5. Perdarahan mata

Sebuah postingan ibu yang anaknya mengalami perdarahan di bola diduga karena keseringan main gadget viral di Facebook. Dokter mengatakan kondisi ini bisa jadi adalah perdarahan subkonjungtiva.

dr Arini Safira Nurul Akbar, SpM, dari Jakarta Eye Center (JEC) Cinere menegaskan perdarahan subkonjungtiva ini bukan secara langsung bisa disebabkan bermain gawai terlalu lama. Kemungkinan yang terjadi adalah sang anak mengucek matanya terlalu keras karena kering akibat fokus menatap layar.

“Jadi bisa saja karena kelamaan main gadget, matanya jadi kering dan gatal, lalu ngucek matanya terlalu keras, makanya perdarahan,” paparnya.

(Png – sisidunia.com)