Home » News » Berikut Pengakuan Pengemis Tanpa Yang Miliki Mobil di Bogor

Berikut Pengakuan Pengemis Tanpa Yang Miliki Mobil di Bogor



Jakarta – Seorang pengemis sempat menghebohkan publik lantaran tepergok mengendarai mobil saat diamankan anggota Satpol PP Kota Bogor. Pengemis yang diketahui bernama Herman itu terjaring razia saat mengemis di Yasmin, Jalan Abdullah bin Nuh, Kota Bogor, Rabu (20/3/2019).

Berikut Pengakuan Pengemis Tanpa Yang Miliki Mobil di Bogor

Berikut Pengakuan Pengemis Tanpa Yang Miliki Mobil di Bogor

Kakek tanpa hidung ini kemudian digelandang ke Kantor Satpol PP di Jalan Pajajaran Kota Bogor untuk dimintai keterangan. Usai diinterogasi, Herman selanjutnya dibawa ke Kantor Dinas Sosial (Dinsos) untuk didata.

Baca juga : Gunung Bromo Meletus 5 Kali, Status Masih Pada Tahap Wapada

Rencananya, pengemis yang mengenakan sarung, baju koko, dan peci ini akan direhabilitasi.

Saat ditanya petugas Dinsos, Herman membantah memiliki kendaraan roda empat dan rumah mewah, serta mempunyai tiga istri. “Jadi, apa yang disampaikan di medsos itu fitnah, tidak benar. Saya bisa menuntut itu,” ucap Herman.

Menurut dia, kendaraan Toyota Avanza warna hijau yang sempat viral di media sosial dia sewa berikut sopir sebesar Rp 85 ribu per hari. “Iya naik mobil, tapi bukan punya saya. Itu tiap hari saya sewa sama tetangga. Sopirnya juga dia tiap hari diantar jemput,” kilahnya.

Pria yang akrab disapa Enur ini mengaku menyewa mobil lantaran sudah tidak kuat lagi untuk mengangkat kakinya pada saat naik angkot.

“Kaki kalau diangkat begini enggak bisa jalan, makanya pakai mobil,” ucap pengemis berusia 87 tahun ini.

Enur juga membantah memiliki rumah mewah di Leuwiliang, Kabupaten Bogor, dan mempunyai istri tiga. Menurut dia, ketiga istrinya kini sudah tiada.

“Kalau kawin memang tiga kali, tapi kawin-cerai, kawin-cerai, dan sudah meninggal semua. Yang pertama orang Madura, kedua Cimayang, ketiga orang Palembang,” ujar dia.

Herman mengungkapkan sudah menjalani profesinya sebagai pengemis di sejumlah ruas jalan Kota Bogor sejak tahun 1980. Saat ini, dia lebih sering mangkal di lampu merah Simpang Yasmin maupun Simpang Semplak Kota Bogor.

Dari hasil mengemis mulai pukul 07.00 WIB sampai 11.00 WIB, dia mampu menghasilkan uang minimal Rp 150 ribu per hari. Uang tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari anak, menantu dan cucu-cucunya.

“Anak saya kerja gajinya kecil. Semua tinggal satu rumah, menantu, anak dan cucu,” ujarnya.

Sebelumnya, Herman tepergok anggota Satpol PP hendak masuk ke dalam mobil pribadi di kawasan Jalan Abdullah bin Nuh, tak jauh dari tempat dia biasa mengemis.

Salah satu anggota Satpol PP sempat mengabadikannya hingga foto tersebut beredar luas dan viral di media sosial.

Usai ramai diperbincangkan dan mencuat di media sosial maupun konvensional, Herman pun menjadi target operasi Satpol PP. Dia akhirnya diamankan petugas di Simpang Yasmin, Rabu pagi tadi.

(Png – sisidunia.com)