Home » News » Penemuan Saluran Air Kuno Pada Proyek Tol Malang – Pandaan

Penemuan Saluran Air Kuno Pada Proyek Tol Malang – Pandaan



Malang – Tak hanya penemuan struktur batu bata yang diduga bangunan kuno pada proyek Tol Malang – Pandaan di Dusun Sekaran, Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Ternyata Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) juga menemukan dua unit arung atau terowongan peninggalan kuno yang diduga masih terkait dengan struktur batu bata yang ditemukan.

Penemuan Saluran Air Kuno Pada Proyek Tol Malang - Pandaan

Penemuan Saluran Air Kuno Pada Proyek Tol Malang – Pandaan

Menurut Arkeolog BPCB, Wicaksono Dwi Nugroho, arung atau semacam terowongan kecil pada zaman dahulu digunakan sebagai sarana saluran air permukiman kuno.

Baca juga : Seorang Pemuda Selandia Baru Dihukum Penjara 14 Tahun Karena Sebarkan Video Teror Christchurch

“Arung itu saluran air bawah tanah, beberapa arung sengaja dibuat untuk fungsi aliran air. Tapi ada juga yang digunakan untuk tempat pelarian saat terjadi peperangan,” jelas Wicaksono di temui di lokasi arung, Senin (18/3/2019).

Arung yang berada di sekitar situs kuno tersebut terdapat 2 unit dengan jarak tak jauh dari struktur batu bata seperti bangunan.

“Di sini kita temukan 2 arung di sisi utara dan selatan arungnya. Di sisi selatan ada satu arung yang sudah tertutup galian proyek tol jaraknya sekitar 180 meter arah selatan dari bangunan dan sisi utara jaraknya 71 meter di sisi timur temuan situs,” jelasnya.

Arung di sisi utara berada di dekat aliran Sungai Amprong, untuk menuju lokasi arung di sisi utara, terlebih dahulu menuruni tebing galian tanah setinggi 30 meter.

Selain itu, rerumputan dan tanaman semak belukar membuat rute menuju arung cukup sulit dilalui, terlebih ketika hujan usai turun.

Lubang arung hanya terlibat sekitar 50 cm karena tertimbun tanah galian dari proyek tol. Sedangkan kedalaman dari arung aslinya mencapai 1,5 meter.

“Arung ini menjadi fokus kami juga, masih kita telusuri apakah ini ada kaitannya dengan struktur bangunan situs ini. Cuma sayang yang satunya sudah tertimbun total tanah proyek tol,” katanya.

(Png – sisidunia.com)