Home » News » Seorang Siswa Disengat Kalajengking di Dalam Pesawat Maskapai Kanada

Seorang Siswa Disengat Kalajengking di Dalam Pesawat Maskapai Kanada



Alberta – Dalam sebuah perjalanan penerbangan domestik, seorang siswa asal Kanada disengat seekor kalajengking. Kejadian itu membuatnya mengalami trauma dan serangan panik.

Seorang Siswa Disengat Kalajengking di Dalam Pesawat Maskapai Kanada

Ilustrasi

Quin Maltais merasakan sesuatu bergerak di punggungnya dalam penerbangan Air Transat dari Toronto menuju ke Alberta. Mulanya dia berusaha tidak menghiraukan rasa geli yang dia rasakan dan mengira itu hanya hembusan pendingin udara pesawat, tetapi kemudian dia merasakan rasa sakit yang menyengat di bagian bawah punggungnya.

Baca juga : Ratusan Rumah di Madiun Terendam Banjir

“Begitu lampu mati lagi, lebih dekat ke saat kita benar-benar akan mendarat, aku merasakan sakit yang menusuk di punggung bawahku, seperti, oh, Tuhan, sesuatu menggigitku,” kata Quin sebagaimana dilansir RT, Selasa (12/3/2019).

Lebih parah lagi, pesawat yang saat itu tengah mendarat membuat Quin tidak boleh berdiri untuk memeriksa apa yang sebenarnya terjadi.

Usai tanda-tanda sabuk pengaman akhirnya dimatikan, dia berdiri dan melihat ke belakang untuk melihat kalajengking hitam masih menggeliat di kursinya. Melihat itu Quin menjadi panik, seperti kebanyakan orang saat menyadari dirinya mungkin telah disengat seekor kalajengking.

Meski pramugari awalnya mencoba menenangkan dan mengatakan bahwa itu hanyalah bungkus permen karet, mereka akhirnya mengetahui bahwa hewan itu masih hidup dan merayap di dalam kursi sebelum meminta bantuan.

“Saya mengalami serangan panik… paramedis harus mengikat monitor detak jantung pada saya untuk sementara waktu karena saya tidak bisa tenang,” kata Quin. Dia segera mendapatkan perawatan dan untungnya tidak menerima cedera serius dan,dan tidak diracuni oleh hewan itu.

Kalajengking itu akhirnya ditangkap, tetapi masih belum ada kabar dari maskapai tentang bagaimana kejadian itu terjadi di pesawat.

Meskipun maskapai meyakinkan semua orang bahwa insiden itu adalah “situasi yang sangat langka,” beberapa orang tetap merasakan sedikit kekhawatiran.

(Png – sisidunia.com)