Home » Hiburan » Anak Tukang Becak, Finalis Putri Indonesia 2019 Asal Aceh Curi Perhatian

Anak Tukang Becak, Finalis Putri Indonesia 2019 Asal Aceh Curi Perhatian



Jakarta – Puncak Pemilihan Puteri Indonesia 2019 akan dilaksanakan pada Jumat (8/3) malam di Jakarta Convention Center. Acara tahun ini mengusung tema “Colorful West Nusa Tenggara”. Para finalis mulai menjalani karantina yang dilaksanakan selama 10 hari yang dilaksanakan di Pulau Lombok dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Anak Tukang Becak, Finalis Putri Indonesia 2019 Asal Aceh Curi Perhatian

Keny Suwanda

Salah satu finalis dari Aceh, Keny Suwanda pun menarik perhatian publik. Pasalnya, Keny merupakan satu-satunya finalis yang memakai hijab. Apalagi, Keny anak seorang tukang becak sekaligus mahasiswa penerima beasiswa bidik misi.

Merupakan hal yang luar biasa bagi Keny, ketika mewakili Aceh untuk berkompetisi di Puteri Indonesia 2019. Pasalnya, ia ingin menyuarakan tentang pelestarian lingkungan terhadap masyarakat Indonesia melalui ajang ini.

“Tujuan saya di Puteri Indonesia hanyalah untuk mempromosikan daerah saya. Sebab saya bukan membawa nama saya, tapi nama Provinsi Aceh.” ucap Keny.

Keny pun tidak merasa terbebani dengan penampilannya yang berhijab. Baginya, pendapat orang tentang provinsi tercintanya lebih penting daripada pendapat tentang dirinya.

Sebelumnya, Keny diketahui bekerja menjadi partisipan pelestari lingkungan di Aceh. Ia juga sangat menyukai pantai yang membuatnya fokus terhadap kelestarian laut yang bertajuk Save The Ocean.

Keny pun menjadi penggagas komunitas pecinta laut kota Lhokseumawe yang bernama Thallasophiles Petro Dollar Community. Melalui komunitas ini, ia mengajak para pecinta laut juga berusaha menjaga kelestarian laut melalui beberapa aksi seperti membersihkan sampah pantai.

Baca juga :  Undang Bintang Tamu Ini, Hitam Putih Dianggap Jadi Acara Gosip

Selain itu, Keny juga memiliki misi untuk mendobrak pandangan jika hijab bukanlah penghalang untuk berkarier dan berkarya. Ia pun berjanji akan berusaha yang terbaik untuk daerah asalnya.

“Saya ingin mengajak generasi muda untuk sadar bahwa hijab bukanlah halangan untuk kita berkarya. Saat ini, saya akan lakukan yang terbaik untuk memperkenalkan Aceh dengan keunikannya.” tegas Keny.

Sementara itu, belum lama ini Keny juga meminta doa untuk keberhasilannya menyabet mahkota kemenangan. Melalui akun Instagram pribadinya, wanita lulusan Tadris Bahasa Inggris ini menyapa penggemarnya sembari meminta dukungan. “Bismillah. Malam ini akan mengikuti deep interview Mohon doanya rakan,” tulis Keny.

(Png – sisidunia.com)