Home » Gaya Hidup » Berikut 6 Jenis Penyakit Mata Yang Tidak Boleh Disepelekan

Berikut 6 Jenis Penyakit Mata Yang Tidak Boleh Disepelekan



Jakarta – Mata merupakan panca indera yang membantu untuk melihat. Pastinya mata menjadi salah satu bagian tubuh yang penting bagi kehidupan manusia. Dengan indera penglihatan, kalian bisa melakukan semua aktivitas yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Berikut 6 Jenis Penyakit Mata Yang Tidak Boleh Disepelekan

Ilustrasi

Memiliki mata yang sehat, tentu menjadi hal yang patut untuk disyukuri. Tetapi sayangnya, banyak orang yang menyepelekan akan kesehatan mata. Padahal mata merupakan organ yang cukup rentan terkontaminasi penyakit yang disebabkan oleh banyak faktor.

Baca juga : Beberapa Cara Untuk Menurunkan Berat Badan

Beberapa faktor yang menyebabkan terkena penyakit mata adalah polusi udara yang semakin meningkat, debu, asap kendaraan, asap rokok, kebiasaan buruk, infeksi jamur, virus, dan bakteri.

Oleh karena itu penting bagi kamu untuk mengetahui jenis penyakit mata yang sering terjadi. Hal itu agar kamu bisa mencegah penyakit mata tersebut. Mencegah lebih baik daripada mengobati bukan? Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber jenis penyakit mata yang wajib kamu ketahui, Minggu (3/3/2019).

Ada beberapa jenis penyakit mata yang paling sering menyerang, seperti berikut ini:

1. Refraksi

Jenis penyakit mata yang pertama yaitu refraksi, atau dalam bahasa medis disebut ametropia. Refraksi merupakan kondisi saat bayangan yang terbentuk di retina mata tidak tajam maupun tegas. Hal ini mengakibatkan penglihatan menjadi kabur.

Kelainan refraksi dapat dibagi menjadi empat, seperti:

• Miopia (rabun jauh)

• Hipermetropia (rabun dekat)

• Presbiopia (mata tua)

• Astigmatisme (mata silinder)

Kelainan refraksi dapat diakibatkan oleh cacat/gangguan pada kelengkungan organ mata, yakni kornea dan lensa. Jika kamu memiliki orangtua dan saudara yang menderita kelainan refraksi, maka kemungkinan besar kamu akan mengalaminya.

2. Konjungtivitis

Jenis penyakit mata ini lebih dikenal dengan sebutan ‘pink eye’. Konjungtivitis merupakan penyakit yang paling umum terjadi. Ini terjadi ketika jaringan yang jelas di atas bagian putih mata mengalami radang.

Hal ini membuat mata kamu berwarna merah muda juga gatal, atau berair. Kelopak mata juga mungkin akan menutup sedikit sehingga bisa membuat pandangan kabur.

Konjungtivitis ini bisa menular. Oleh karena itu, rutin mencuci tangan dan tidak berbagi handuk atau bantal dengan orang lain. Biasanya, penyakit ini sembuh dalam waktu 10 hari.

3. Glaukoma

Glaukoma merupakan salah satu jenis penyakit mata yang merusak saraf optik mata, yang mengirimkan informasi visual ke otak. Berdasarkan data dari WHO, penyakit ini menjadi penyebab kedua kebutaan di dunia.

Glaukoma memang tidak memiliki gejala pada mulanya. Namun, di dalam mata mengalami tekanan yang meningkat dan titik-titik kebutaan berkembang di sisi pandangan. Titik ini bisa tidak terdeteksi sampai saraf optik memiliki kerusakan yang serius atau pemeriksaan mata lengkap oleh dokter.

Untuk mencegah glaukoma, sebaiknya lakukan cek mata sejak usia menginjak 40 tahun. Jika memiliki riwayat penyakit mata di keluargamu, risiko terkena glaukoma akan lebih besar.

4. Katarak

Katarak muncul ketika lensa alami mata menjadi seperti kabur. Hampir semua pasien yang usianya semakin tua mengalami katarak. Penyakit ini dapat terjadi lebih cepat pada pasien yang merokok, sering terkena paparan sinar matahari yang signifikan atau menderita trauma.

Gejala katarak sering bertahap, mulai dari penglihatan yang kabur, silau atau ada lingkaran cahaya, sensitivitas kontras menghilang atau penglihatan ganda dalam satu mata.

Katarak hanya bisa disembuhkan melalui operasi. Operasi modern yang berkembang saat ini hanya dilakukan dengan membuat sayatan kecil kurang dari 3 milimeter. Jika tidak operasi, maka mata akan semakin menurun penglihatannya dari waktu ke waktu dan operasi akan lebih sulit jika katarak sudah parah.

5. Pterigium

Pterigium adalah gangguan mata akibat adanya selaput lendir yang menutupi bagian putih mata. Penyakit mata ini sering terjadi akibat sering terpapar radiasi sinar matahari.

Gejalanya bisa meliputi mata merah, pandangan kabur, serta mata yang terasa gatal atau panas. Adanya selaput lendir tersebut juga membuat mata seperti kelilipan benda asing. Pterigium bisa disembuhkan dengan pemberian resep tetes mata kortikosteroid untuk mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut atau dengan operasi.

6. Blefaritis

Blefaritis merupakan suatu peradangan pada kelopak mata karena produksi kelenjar minyak yang semakin meningkat. Namun tidak diketahui secara detail penyebab meningkatnya kelenjar minyak yang bersamaan dengan bakteri.

Gejala blefaritis berupa mata merah, nyeri, panas, gatal, berair, ada luka pada bagian kelopak mata dan membengkak, bahkan pada beberapa bisa terjadi kerontokan bulu mata. Selain itu, pasien blefaritis umumnya juga menderita mata kering.

Untuk mengontrol gejala dan mencegah komplikasi, pengobatan blefaritis bisa dilakukan dengan cara menjaga kebersihan mata, seperti secara teratur membersihkan mata.

Gunakan kompres air hangat untuk membersihkan kelopak mata. Kompres air hangat bisa membantu melunakkan kotoran mata sebelum dibersihkan dengan air.

Nah, di atas adalah 6 jenis penyakit mata yang bisa kamu ketahui. Jangan lupa untuk selalu memperhatikan kesehatan mata. Jika terjadi sesuatu yang tidak nyaman pada mata kamu, segera periksa ke dokter untuk mengetahui lebih lanjut.

(Png – sisidunia.com)