Home » News » 17 Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka Terkait Pengeroyokan Santri Hingga Koma

17 Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka Terkait Pengeroyokan Santri Hingga Koma



Jakarta – Usai memeriksa 19 orang santri dari Pondok Pesantren Nurul Ikhlas, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Polres Padang Panjang akhirnya menetapkan 17 santri sebagai anak pelaku (sebutan tersangka untuk di bawah umur).

17 Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka Terkait Pengeroyokan Santri Hingga Koma

Gambar ilustasi

17 santri tersebut diduga mengeroyok Robby Alhalim (18) hingga koma, dan masih dirawat di Ruangan Observasi Intensif (ROI) Instalasi Anestesiologi Terapi Intensif di RSUP Dr. M. Djamil Padang.

Baca juga : Hotman Paris Debat RUU Permusikan dengan Anang Hermansyah

Menurut Kasat Reskrim Polres Padang Panjang, Iptu Kalbert Jonaidi, status para santri ditetapkan sebagai anak pelaku setelah gelar perkara dan pra-rekonstruksi.

“Sebelumnya, jumlah santri yang diserahkan pihak pondok pesantren ada 19 orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan. Namun untuk dua orang santri lainnya ini masih berstatus sebagai saksi dan pemeriksaan,” katanya kepada wartawan, Jumat (15/2/2019).

Penetapan 17 santri itu setelah dilakukan pra-rekonstruksi dan pemeriksaan saksi-saksi. Sementara untuk dua orang lagi akan ditindaklanjuti dan pemeriksaan lainnya bagaimana sebenarnya (peran).

“Tadi malam (Kamis) telah dilakukan gelar perkara dan dapat kami simpulkan juga bahwasanya perkara ini kami seplit. Selanjutnya proses pemeriksaan kami juga akan koordinasikan dengan Tim Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (TP2TPA) Kabupaten Tanah Datar,” kata Kalbert.

Saat ini 17 santri tersebut kata Kalbert masih berada di Mapolres Padang Panjang dan belum ditahan. Meski pihak pondok pesantren juga telah mengajukan surat permohonan penangguhan penahanan.

“Kami masih akan memproses lebih lanjut dan koordinasi terlebih dahulu. Permintaan permohonan penangguhan penahanan. Ini kasus anak-anak, penanganan kasus harus hati-hati dan santri ini juga memiliki masa depan,” ujarnya.

Sementara itu, sejak korban dirujuk ke RSUP M. Djamil Padang pada Senin dini hari sampai hari ini kondisinya masih koma.

(Png – sisidunia.com)