Home » News » Jasad Wanita Bugil Ditemukan di Pinggiran Pantai Raja Ampat

Jasad Wanita Bugil Ditemukan di Pinggiran Pantai Raja Ampat



Waisai – Penemuan mayat perempuan tanpa busana di pinggiran pantai menggegerkan masyarakat Raja Ampat, Sabtu (2/2/2019) sekira pukul 16.00 WIT. Mayat tanpa identitas itu ditemukan warga setempat, Maikel Fakdwer.

Jasad Wanita Bugil Ditemukan di Pinggiran Pantai Raja Ampat

Ilustrasi

Kasat Reskrim Polres Raja Ampat AKP Bernadus Okoka membenarkan adanya penemuan mayat wanita tanpa busana itu.

Baca juga : Viral, Pria Ini Ayunkan Bayi secara Terbalik

“Iya memang benar, telah ditemukan mayat berjenis kelamin perempuan di pantai Pianemo oleh masyarakat. Mayat tersebut tak memakai busana dan tanpa identitas,” ujar Okoka kepada Okezone, di Waisai, Senin (4/2/2019).

Dijelaskan Okoka, sesuai kronologi penemuan mayat tanpa busana tersebut, berawal pada Sabtu 2 Februari, warga kampung setempat bernama Miton Fakdawer dan Maikel Fakdawer yang usai melaut sedang membereskan peralatan pancingnya sekira pukul 16.00 Wit.

“Tapi, karena Maikel Fakdawer hendak buang air kecil, Maikel melangkah tak begitu jauh dari saudaranya. Ternyata yang bersangkutan melihat sebuah benda yang mirip seperti boneka tergeletak kurang lebih 1 meter di bibir pantai,” kata Okoka.

Merasa penasaran, Maikel mendekati benda tersebut, dan ternyata sesosok mayat perempuan yang tidak memakai busana alias bugil. Usai menemukan mayat tersebut, Maikel Fakdawer menyuruh saudaranya, Miton Fakdawer melaporkannya ke masyarakat yang saat itu sedang berjualan di atas jembatan Pianemo.

Sekira 15 menit kemudian, masyarakat berdatangan menuju TKP dan membungkus mayat tersebut dan menguburkannya 100 meter dari lokasi penemuan. Sebab, kondisi tubuh dari mayat tersebut sudah hancur.

Ditanya mengenai ciri-ciri mayat wanita malang itu, Bernadus mengatakan, dari laporan yang masuk, mayat berjenis kelamin perempuan, tinggi badan sekira 145 sentimeter, warna kulit putih, sedangkan ciri-ciri yang lain tidak dikenali.

“Karena dari bagian kaki hingga paha sudah tidak ada, telapak tangan hingga pergelangan tangan tidak ada, pada bagian wajah sudah berbentuk tengkorak, dan rambut, telinga, hidung serta gigi juga sudah tidak ada,” kata Okoka.

Ada beberapa pertimbangan warga di Pulau Pianemo tidak membawa mayat tersebut ke kampung, di antaranya karena kondisi cuaca yang berombak serta angin. Kondisi mayat juga sudah membusuk dan setengah hancur, maka diputuskan untuk mengubur mayat tersebut.

Kemudian pada 3 Februari 2019, mereka melaporkan ke Polres Raja Ampat. “Untuk itu, kami dari pihak kepolisian Polres Raja Ampat, menyampaikan kepada masyarakat , yang merasa kehilangan anggota keluarganya, sesuai ciri-ciri yang disampaikan tadi, untuk segera melaporkan ke Polres Raja Ampat,” kata Okoka.

(Png – sisidunia.com)