Home » Hiburan » Vanessa Angel Mendatangi Mapolda Jatim Setelah Ditetapkan Sebagai Tersangka

Vanessa Angel Mendatangi Mapolda Jatim Setelah Ditetapkan Sebagai Tersangka



Surabaya – Usai ditetapkan sebagai tersangka kasus prostitusi online di Surabaya, artis VA akhirnya untuk pertama kalinya mendatangi Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Jawa Timur (Jatim).

Vanessa Angel Mendatangi Mapolda Jatim Setelah Ditetapkan Sebagai Tersangka

Vanessa Angel

Artis VA keluar dari mobil putih, dengan mengenakan kaus berwarna putih dengan blazer biru dongker. Ia tak sendiri melainkan didampingi kuasa hukumnya, Selasa (28/1/2019).

“Bentar ya kasih jalan ya, kalau ditutup gini mau lewat mana,” kata salah satu kuasa hukum artis VA.

Artis VA diam tanpa kata dan hanya menunduk. Sesekali ia melemparkan senyum ke awak media. Ia langsung menuju ke gedung Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim.

Sebelumnya, artis VA sempat mangkir dari pemanggilan penyidik Polda Jatim untuk menjalani serangkaian pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan prostitusi online di Surabaya beberapa waktu yang lalu.

“Pengacaranya VA menyampaikan minta maaf tidak datang hari ini, karena VA sakit,” tutur Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan di Mapolda Jatim, Surabaya.

Luki mengatakan pihaknya akan menjadwalkan ulang pemanggilan artis VA pada Rabu 30 Januari pekan depan dan akan menunggu inisiatif VA untuk memenuhi panggilan hingga hari yang dijanjikan.

“Kita akan tunggu, kalau hari Rabu tidak datang, kita akan panggilan kedua. Ini terkait dengan VA,” ujar Luki.

Baca juga : Ternyata Inilah Alasan Raffi Ahmad Doyan Beli Mobil Mewah

Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur (Jatim) secara resmi telah menetapkan artis Film Televisi (FTV) VA sebagai tersangka kasus prostitusi online yang terjadi di Surabaya pada 5 Januari 2019 kemarin.

Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan menuturkan bahwa penetapan tersangka VA ini berdasarkan rekam jejak digital dari tersangka muncikari ES.

“Dari situ jelas ada foto dan video dan keterlibatan aktif VA dalam prostitusi online. Termasuk penyebaran foto dan video,” tutur Luki di Mapolda Jatim.

(Png – siisdunia.com)