Home » Hiburan » Mulan Jameela Enggan Berikan Komentar Usai Dhani Divonis 1,5 Tahun Penjara

Mulan Jameela Enggan Berikan Komentar Usai Dhani Divonis 1,5 Tahun Penjara



Jakarta – Ditetapkan hari ini, Senin (28/1), sidang putusan kasus ujaran kebencian musisi Ahmad Dhani. Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Dhani divonis 1,5 tahun hukum penjara. Ia dinyatakan terbukti bersalah melakukan ujaran kebencian.

Mulan Jameela Enggan Berikan Komentar Usai Dhani Divonis 1,5 Tahun Penjara

Mulan Jameela

“Menyatakan, terdakwa Ahmad Dhani terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak menyuruh melakukan dan menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan yang dituju pada kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antar golongan,” kata Hakim Ratmoho saat membacakan putusan dalam persidangan.

“Menjatuhkan pidana Dhani Ahmad Prasteyo alias Ahmad Dhani dengan pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan, menerintahkan terdakwa ditahan, menerapkan barang bukti untuk dimusnahkan,” lanjut Hakim Ratmono.

Di kesempatan tersebut, istri Dhani, Mulan Jameela tampak setia mendampingi. Ia tampak memamerkan ekspresi datar, tidak tersenyum atau terlihat menekuk bibir saat hakim membacakan vonis.

Selepas sidang, Mulan juga memasang ekspresi datar. Didampingi manajernya, Mira, Mulan memilih bungkam. “Maaf Mas permisi, Mbak Mulan berhak tidak memberi komentar,” kata Mira.

Tak hanya Mulan, Dul Jaelani juga terlihat menemani Dhani. Sayangnya, putra bungsu Dhani dan Maia Estianty ini memilih bungkam soal sidang tersebut.

Dhani dibawa ke Kejari untuk selanjutnya ditahan di LP Cipinang, usai ditetapkan vonis. Atas vonis tersebut, Dhani berencana mengajukan banding. Bahkan, Dhani menyatakan tetap akan melanjutkan pencalonan dirinya sebagai anggota legislatif.

Ahmad Dhani terbukti melakukan tindak pidana yang diatur ancaman hukuman pidana pada Pasal 45A ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang ITE juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

(Png – sisidunia.com)