Home » Gaya Hidup » Berikut Perbedaaan Antara Kanker Hati dan Hepatitis

Berikut Perbedaaan Antara Kanker Hati dan Hepatitis



Jakarta – Berdasarkan penuturan ahli hepatologi, dr Irsan Hasan Sp PD-KGEH, kasus kanker hati di usia muda sebenarnya jarang terjadi.

Berikut Perbedaaan Antara Kanker Hati dan Hepatitis

Ilustrasi

“Saya untuk saat ini enggak pegang datanya. Tapi umumnya kanker hati terjadi di usia 50-an ke atas, hanya sebagian kecil di usia muda. Perkiraan di usia muda mungkin kurang dari 5%,” ungkapnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (17/1/2019).

Baca juga : Mitos Atau Fakta Es Krim Bisa Bikin Gemuk

Penyebab kanker hati baik di usia muda maupun di usia lanjut beragam. Dijelaskan oleh dr Irsan, 60% kasus kanker hati disebabkan oleh virus yang terbagi menjadi 2/3 Hepatitis B dan 1/3 Hepatitis C. Sedangkan, 40% kasus lainnya tidak diketahui penyebabnya. Salah satu dugaannya karena adanya perlemakan hati yang biasa terjadi di usia lanjut.

“Untuk kasus Gebi, saya curiga dia ada hepatitis karena hepatitis B tidak jarang menimbulkan kanker hati di usia muda. Kenapa begitu, karena hepatitisnya terbanyak disebabkan oleh transmisi vertikal, dari ibu ke anak. Jadi pada saat lahir anak sudah punya hepatitis di tubuhnya,” jelas dr Irsan.

Virus hepatitis yang sudah ada di dalam tubuh dapat merangsang sel untuk bermutasi sehingga mudah menjadi kanker hati. Namun bukan berarti seseorang yang terkena hepatitis kemudian akan mengidap kanker hati. Menurut dr Irsan, hanya 25-30% orang yang terkena hepatitis akan mengalami sirosis hati. Dari sirosis hati yang kemudian berkembang menjadi kanker sekira 15%.

“Tapi hepatitis membuat risiko kanker menjadi lebih tinggi. Orang yang hepatitis dengan virus banyak berisiko 10 kali lebih tinggi terkena kanker,” tambah dokter yang juga merupakan Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) itu.

Proses dari terinfeksi hepatitis menjadi sirosis kemudian kanker hati membutuhkan waktu yang lumayan lama. Hepatitis sampai sirosis hati jangka waktunya kira-kira 20-30 tahun. Kemudian sirosis hati menjadi kanker bisa memakan waktu hingga 10 tahun.

“Jadi ibaratnya hepatitis itu SD, sirosis itu SMP, dan kanker itu SMA. Tapi khusus pada Hepatitis B sedikit unik, bisa tidak melewati tahap sirosis hati langsung ke kanker. Jadi kaya anak akselerasi, dari SD langsung SMA, sehingga bila terinfeksi Hepatitis B ada kemungkinan terkena kanker di usia muda,” papar dr Irsan.

Kemudian, apa saja perbedaan antara Hepatitis B dengan kanker hati? Dokter Irsan menyebutkan beberapa hal. Pertama mengenai angka harapan hidup. Orang dengan hepatitis bisa memiliki usia yang panjang dengan bantuan pengobatan. Sedangkan kalau kanker hati rata-rata bisa bertahan hidup selama 6 bulan.

“Kalau dari gejala, hepatitis kadang membuat capek. Kalau kanker, kalau sudah besar membuat nyeri, tapi hepatitis tidak sampai situ. Kemudian kanker hati membuat pasien menjadi kurus, berat badan turun secara tiba-tiba tanpa sebab yang jelas. Hepatitis juga bisa tapi tidak sedrastis kanker,” jelas dr Irsan.

Dirinya mengatakan bila seseorang mengalami nyeri di atas perut, berat badan turun drastis, dan sebelumnya sudah terdiagnosis hepatitis, maka harus waspada terhadap kemungkinan terkena kanker hati. Selain itu, munculnya tanda kuning juga tidak bisa dijadikan acuan begitu saja. Sebab, pasien kanker hati apabila tubuhnya menguning maka sudah sulit untuk diobati.

“Kalau tanda kuning di hepatitis, paling sering timbul di Hepatitis A yang mana penyakitnya mudah disembuhkan. Kalau di Hepatitis B jarang timbul tanda kuning, biasanya kalau lagi capek saja. Selain itu, orang penyakit liver kulitnya juga bisa menggelap tapi tidak menjadi acuan untuk menentukan dia kanker atau bukan,” pungkas dr Irsan.

(Png – sisidunia.com)