Home » News » Disekap Dan Disetubuhi, Gadis Remaja Ini Alami Trauma Berat

Disekap Dan Disetubuhi, Gadis Remaja Ini Alami Trauma Berat



Makassar – Gadis remaja berinisial M (14) tahun disekap dengan cara mulut dilakban dan kaki tangannya diikat pakai tali plastik, di sebuah rumah toko (ruko) tempat pembuatan meubel di Jalan Sultan Alauddin, Kecamatan Tamalate, Makassar.

Disekap Dan Disetubuhi, Gadis Remaja Ini Alami Trauma Berat

Ilustrasi

Tak hanya itu, korban juga disetubuhi oleh tiga para pelaku yang menyekapnya. Saat ini korban mendapat pendampingan dari Pusat Perlindungan Terpadu Perempuan dan Anak (P2TP2A).

Baca juga : Hujan Disertai Angin Kencang Membuat Plafon Bandara Ngurah Rai Ambrol

Kepala Dinas Perlindungan Anak dan Perempuan, Andi Tenri Pallalo mengatakan saat korban masih dalam pendampingan tim reaksi cepat P2TP2A.

“Jadi korban saat itu mencoba lolos dari penyekapan. Korban persetubuhan oleh tiga orang berkenelan di Facebook sekarang sudah ditangani. Tapi sekarang korban masih trauma. Polisi sudah mengusut kasusnya,” kata Tenri kepada Okezone saat ditemui di kantornya, Minggu (13/1/2019).

Tim P2TP2A saat ini memberi penanganan untuk memulihkan agar kembali ke keluarganya.

“Kami di P2TP2A bagamana memulihkan. Penanganannya sekarang kita pendampingan hukum kemudian kita upayakan bagaimana mempersiapkan untuk kembali ke keluarganya,” ungkap Tenri.

Sebelumnya, koban telah mendapat perawatan dari pihak rumah sakit Bhayangkara Makassar. Akibat melompat dari lantai 2 Ruko tempatnya disekap.

“Jadi kita bagaimana dia (korban) bisa bahagia dulu. Setelah bahagi kalau sambil di merampungkan BAPnya. Saya berterimakasih dengan bapak Kapolrestabes Makassar dan Kasatreskrim atas gerak cepatnya. Karena itu gerakan kami bisa lebih cepat dari yang sebelumnya,” ungkap Tenri

Sebelumnya, Panit 2 reskrim Polsek Tamalate Ipda Sugiman mengatakan korban bisa lolos dari penyekapan usai lompat dari lantai 2 Ruko itu.

“Jadi korban bisa meloloskan diri dan lompat dari lantai dua. TKP di jalan Sultan Alauddin ditempat kerja meubel. Untuk kedua pelaku itu kita sudah amankan,” kata Sugiman Minggu (13/1/2019) dinihari.

Dimana saat ini dua pelaku yakni inisial AM dan SL telah diamankan. Sementara pelaku inisial RM masih dalam pengejaran polisi. Sugiman mengatakan disekap sejak hari Kamis 10 Januri 2018 di Ruko tempat para pelaku bekerja.

“Untuk terungkapnya tadi. Jadi si kedua pelaku ini tadi kecapean hingga tertidur. Hingga korban lompat dari lanati 2 di TKP tadi,” ungkap Sugiman.

Sugiman menjelaskan korban disekap lalu dibawa ke Ruko itu setelah berkenalan dengan salah satu pelaku yakni inisial RM melalui pertemanan aplikasi akun media sosial Facebook. Setelah berkenalan di media sosial itu pelaku RM kemudian mengajak korban untuk jalan-jalan ke Pantai Losari Makassar dengan bujuk rayunya.

“Jadi antara pelaku dan korban ini kenalan lewat facebook akhirnya janjian denhan si pelaku itu janjian jemput korban di Bili-bili Kabupaten Gowa. Dengan bujuk rayunya bahwa korban diajak jalan-jalan. Di Pantai losari. Karena mau akhirnya korban dilarikan ke TKP tadi,” jelas Sugiman.

Sementara pelaku RM saat ini belum ditangkap. Dan masih dalam pengejaran aparat kepolisian.

(Png – sisidunia.com)