Home » Hiburan » Vanessa Angel Meminta Maaf Kepada Masyarakat Setelah Diperiksa Oleh Polisi

Vanessa Angel Meminta Maaf Kepada Masyarakat Setelah Diperiksa Oleh Polisi



Surabaya – Artis VA atau Vanessa Angel meminta maaf kepada masyarakat terkait kasus prostitusi online di salah satu hotel bintang lima di Surabaya, Jawa Timur, yang menjeratnyam, usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi.

Vanessa Angel Meminta Maaf Kepada Masyarakat Setelah Diperiksa Oleh Polisi

Vanessa Angel

Vanessa santai keluar dari ruang penyidikan, dengan mengenakan kaos lengan panjang warna putih. Dia meminta maaf karena telah membuat kegaduhan di masyarakat.

“Saya meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi dan atas opini dan asumsi masyarakat yang sudah terbentuk di media sosial. Saya menyadari perbuatan saya merugikan banyak orang,” kata Vanessa di Mapolda Jatim, Surabaya.

Dia juga berterima kasih pada kepolisian karena telah memperlakukan dia secara baik selama menjalani pemeriksaan.

Sebelumnya, artis berinisial VA atau Vanessa Angel diduga terlibat prostitusi online disalah satu hotel di Surabaya. Anggota Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim mengamankan VA di Mapolda Jatim.

“Tanya Wadirkrimsus sebab yang bersangkutan tadi konferensi pers terkait artis VA,” tutur Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera.

Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim mengungkap kasus prostitusi daring atau online. Dari ungkap kasus tersebut, polisi mengamankan dua artis FTV yaitu VA dan AF.

Wadirreskrimsus, AKBP Arman Asmara, menyebut yang digelandang ke Polda Jatim ada 6 orang.

“Ya tadi sekitar pukul 12.30 WIB. kami on the spot (TKP) mengamankan empat orang saksi, dua artis, dua manajemen, satu tersangka yang diduga melaksanakan transaksi elektronik prostitusi,” tutur Arman.

Baca juga : Telah Ditetapkan 2 Tersangka Atas Kasus Prostitusi Artis

Arman juga menjelaskan dua artis berinisial VA dan AF merupakan langganan aktris (pemeran perempuan) di FTV. “Mereka ini biasa bermain peran atau artisnya FTV,” kata pria dengan dua melati emas di pundak ini.

Arman juga mengungkapkan kasus ini bisa dibongkar bermula dari informasi masyarakat bahwa ada kegiatan transaksi prostitusi di wilayah hukum Polda Jatim. Transaksi itu dilakukan oleh dua orang, sementara sebagai korban dan ada empat saksi sementara satu mucikari.

“Setelah itu, melakukan penyelidikan melalui media sosial,” tambahnya.

(Png – sisidunia.com)