Home » News » Telah Ditetapkan 2 Tersangka Atas Kasus Prostitusi Artis

Telah Ditetapkan 2 Tersangka Atas Kasus Prostitusi Artis



Jakarta – Telah menetapkan dua muncikari sebagai tersangka kasus prostitusi online di Surabaya Jawa Timur, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur (Jatim). Kasus ini melibatkan artis VA dan model AS.

Telah Ditetapkan 2 Tersangka Atas Kasus Prostitusi Artis

Ilustrasi

Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera menuturkan, dua muncikari tersebut berinisial ES dan TM. Keduanya berperan sebagai muncikari asal Jakarta Selatan.

“Ada dua tersangka yang telah kami tahan yaitu ES dan TM dan mereka sudah kita tahan,” tutur Barung di Mapolda Jatim.

Barung menyatakan artis VA dan AS adalah sebagai korban. ES dan TM sengaja mendatangkan korban ke Kota Pahlawan.

“Kedua tersangka mendatangkan korban kemari (Surabaya),” kata Barung.

Barung menegaskan, dalam kasus ini tidak melibatkan manajer. “Tidak ada yang menyatakan itu, manajernya sudah telepon saya dari Jakarta,” ucap Barung.

Artis VA dan AS sempat diperiksa 1×24 jam di Gedung Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim. Ke depan, dua artis ini dikenakan wajib lapor. “Bukan saksi, tapi hanya wajib lapor,” ujar Barung.

Sebelumnya, Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim mengungkap kasus prostitusi daring atau online. Dari ungkap kasus tersebut, polisi mengamankan artis VA dan AS.

Wadirreskrimsus AKBP Arman Asmara menyebut, yang digelandang ke Polda Jatim ada 6 orang.

“Ya sekitar pukul 12.30 WIB. kami on the spot (TKP) mengamankan empat orang saksi, dua artis, dua manajemen, satu tersangka yang diduga melaksanakan transaksi elektronik prostitusi,” tutur Arman, Sabtu 5 Januari 2019.

Baca juga :  Vanessa Angel Dipulanglangkan Setelah Melakukan Pemeriksaan Oleh Polisi

Arman mengungkapkan, kasus ini bisa dibongkar bermula dari informasi masyarakat bahwa ada kegiatan transaksi prostitusi di wilayah hukum Polda Jatim. Transaksi itu dilakukan oleh dua orang, sementara sebagai korban dan ada empat saksi sementara satu muncikari.

“Setelah itu, melakukan penyelidikan melalui media sosial,” tambahnya.

(Png – sisidunia.com)