Home » News » Gunakan Lensa Kontak, Pengantin Ini Alami Hal Tragis

Gunakan Lensa Kontak, Pengantin Ini Alami Hal Tragis



Jakarta – Seorang pengantin wanita pasti ingin tampil cantik di hari pernikahan mereka. Oleh karena itu, banyak dari mereka yang akan berusaha semaksimal mungkin untuk memiliki penampilan yang menarik sebelum hari pernikahan.

Gunakan Lensa Kontak, Pengantin Ini Alami Hal Tragis

Ilustrasi

Tak sedikit calon pengantin wanita yang telah melakukan perawatan sejak jauh-jauh hari sebelum pernikahan. Tak hanya itu, di hari pernikahan juga mereka akan “dipoles” dengan makeup yang membuatnya tampil cantik bak ratu sehari. Untuk menambah kecantikan, tak jarang mereka menggunakan softlens.

Baca juga : Pengadilan Akan Sidang 12 Mantan DPRD Malang

Namun, nampaknya bagi kalian calon pengantin harus berhati-hati ketika akan mengenakan softlens di hari pernikahan. Pasalnya seorang pengantin wanita mengalami kisah tragis usai mengenakan softlens di hari bahagianya.

Kisahnya pun jadi viral lewat unggahan seorang perawat yang menanganinya. Perawat bernama Uswatun Hasanah tersebut menulis di akun Facebook-nya telah menerima seorang pasien yang mengalami infeksi mata karena pemakaian softlens yang tidak steril. Terlebih lagi softlens tersebut bukanlah miliknya sendiri, melainkan hasil sewa dari seorang perias pengantin dan telah dipakai secara bergantian.

“Gak sampek sebulan terima 2 pasien dengan kasus yg sama yaitu sama2 pengantin baru yg sma periasx di psang soft lens yg ktax soft lens itu dri org stu k yg laenx alias (te genteh) tpi alhamdulillah yg satu bisa teratasi krna pnanganan yg tepat dan cepat.. Dan yg ini rencana operasi.. Miris bnget seharusx pengantin baru menikmati kbahagiaanx ttapi harus celaka,” tulis perawat tersebut.

Uswatun juga mengunggah foto kondisi mata wanita malang tersebut. Tak hanya merah, bagian pupil matanya pun berubah menjadi putih kekuningan. Uswatun menyebutkan dua kemungkinan yang menyebabkan mata wanita tersebut infeksi yaitu karena softlens yang digunakan tak steril atau telah kedaluwarsa. Hasilnya wanita tersebut harus mendapat penanganan yang cukup serius.

(Png – sisidunia.com)