Home » Hiburan » Pernyelundupan Baby Lobster Berhasil Digagalkan Bea Cukai Kepulauan Riau

Pernyelundupan Baby Lobster Berhasil Digagalkan Bea Cukai Kepulauan Riau



Riau – Baby lobster yang diangkut ke luar Indonesia digagalkan Bea Cukai Kepulauan Riau dan Bea Cukai Batam berhasil di sekitar perairan Pulau Patah, Karimun. Hal tersebut terjadi pada Senin (24/12/2018).

Pernyelundupan Baby Lobster Berhasil Digagalkan Bea Cukai Kepulauan Riau

Pernyelundupan Baby Lobster Berhasil Digagalkan Bea Cukai Kepulauan Riau

Berawal dari informasi yang diterima petugas Bea Cukai terkait adanya rencana pengangkutan baby lobster. Kepala Kantor Bea Cukai Khusus Kepulauan Riau, Agus Yulianto mengungkapkan bahwa kronologi penindakan yang telah dilakukan petugas Bea Cukai.

Baca juga : Seorang Anggota Brimob Dikeroyok Oknum Ormas

“Sekitar pukul 09:30 WIB kapal patroli laut kami melihat High Speed Craft (HSC) menggunakan mesin 4 x 300 PK fourstroke berkecepatan tinggi. Kemudian dilakukan pengejaran dengan menghidupkan lampu polisi dan memberi tembakan peringatan ke atas supaya HSC tersebut berhenti akan tetapi tidak diindahkan,” ujar Agus.

Bea Cukai Bitung Hibahkan Barang Hasil Sitaan ke Pemkot, Nilainya Lebih dari Rp500 Juta
Agus menambahkan bahwa setelah dilakukan pengepungan oleh tambahan armada kapal patroli Bea Cukai di sekitar Perairan Pu Jello, HSC tersangka terdesak ke dalam hutan bakau serta kandas.

“Setelah berhasil menangkap kapal yang menjadi target operasi, petugas kami melakukan pemeriksaan terhadap barang yang terdapat dalam kapal tersebut,” ungkap Agus.

Petugas menemukan 13 kotak berisikan 87.000 baby lobster jenis pasir, dan 8.750 baby lobster jenis Mutiara dari hasil pemeriksaan. Total nilai tangkapan diperkirakan mencapai lebih dari Rp12 miliar. Agus mengatakan bahwa benih baby lobster termasuk dalam jenis hasil laut yang dilarang penangkapannya berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor: 56/PERMEN-KP/2016. “Saat ini barang bukti telah kami serahterimakan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan Tanjung Pinang untuk segera dilepasiarkan ke habitat asalnya,” pungkas Agus.

(Png – sisidunia.com)