Home » News » Wali Kota Risma Kini Pakai Alat Canggih Untuk Pantau Perbaikan Jalan Ambles di Surabaya

Wali Kota Risma Kini Pakai Alat Canggih Untuk Pantau Perbaikan Jalan Ambles di Surabaya



Surabaya – Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, terus memantau proses pemulihan Jalan Raya Gubeng yang ambles. Sang Wali Kota tetap memberikan petunjuk dan arahannya dari kursi roda, meski sedang mengalami cedera di kedua kakinya.

Wali Kota Risma Kini Pakai Alat Canggih Untuk Pantau Perbaikan Jalan Ambles di Surabaya

Tri Risma

Wali Kota Risma kembali tampak di lokasi kejadian pada hari Jumat (21/12) pagi. Beliau memantau proses pengurukan jalan.

Terdapat sebanyak 400 truk pengangkut pasir yang dikerahkan setiap harinya untuk proses pengurukan ini. Beberapa truk berisi bahan material keluar masuk area Jalan Raya Gubeng baik dari sisi utara maupun selatan.

Agar proses distribusi bahan material lebih efektif, Risma sendiri dengan sigap memberikan instruksi dan arahan langsung. Pasalnya, ia ingin memastika proses pemulihan jalan ini berjalan cepat dan lancar.

Tak hanya itu, Risma juga memantau bagian amblesnya Jalan Gubeng menggunakan kamera drone. Momen Risma mengendalikan kamera drone pun diunggah ke akun Twitter resmi Humas Pemkot Surabaya, @BanggaSurabaya. Dalam unggahan tersebut dijelaskan tujuan penggunaan kamera drone ini adalah untuk melihat lebih dekat rongga bawah Jalan Raya Gubeng.

Baca juga :  Ruang Kerja Imam Nahrawi Digeledah KPK

Risma juga didampingi oleh organisasi perangkat daerah terkait. Ia meminta anggota BPBD, Linmas, dan anggota Dishub Surabaya untuk membongkar penghalang besi di jalur pejalan kaki dan tenda pengamanan. Instruksi ini diberikan agar tidak menghambat puluhan truk pasir yang keluar masuk.

“Itu dibongkar (penghalang besi) supaya tidak menghalangi pengguna jalan kaki. Itu tenda juga dipindah supaya tidak menghalangi truk yang mau masuk.” perintah Risma.

Risma sendiri menargetkan proses pemulihan Jalan Raya Gubeng bisa tuntas dalam waktu tujuh hari. Sesuai perhitungan Risma, untuk mencapai target tersebut dibutuhkan sebanyak 1.800 truk pasir atau 200-400 truk per harinya.

(Png – sisidunia.com)