Home » Techno » Benarkah Snapdragon 855 Dukung 5G Membutuhkan Daya Besar?

Benarkah Snapdragon 855 Dukung 5G Membutuhkan Daya Besar?



Jakarta – Chipset Qualcomm yang baru dirilis untuk mendukung jaringan 5G di smartphone, memiliki tenaga oke. Pertanyaannya, bagaimana imbasnya ke baterai pada perangkat Snapdragon 855?

Benarkah Snapdragon 855 Dukung 5G Membutuhkan Daya Besar?

Snapdragon 855

Kecepatan 5G di atas kertas jauh lebih ngebut dibandingkan dengan 4G. Kecepatan download-nya saja bisa mencapai angka Gbps, bukan lagi di angka Mbps yang ditemui di jaringan generasi keempat. Proses unduh file berukuran GB pun bisa dilakukan dalam hitungan detik.

Baca juga : Inilah Ponsel Xiaomi Yang Mengusung Jaringan 5G

Tak hanya soal kecepatan, yang membuat 5G ini istimewa adalah soal latency atau jeda waktu yang dibutuhkan dalam menghantarkan data dari pengirim ke penerima yang terbilang lebih rendah dibandingkan dengan 4G.

Dengan demikian, rendahnya latency di 5G tersebut membuat pengalaman dalam bermain game jadi makin terpuaskan. Di samping itu, Qualcomm juga membekali fitur Snapdragon Elite Gaming di System on Chip terbarunya tersebut untuk mengakomodasi tren smartphone gaming.

Berbicara soal grafis, Snapdragon 855 menawarkan GPU Adreno 640. Grafis ini memberikan lompatan kinerja sampai 20% jika dibandingkan dengan pendahulunya Adreno 630 yang tersemat di Snapdragon 845.

Bahkan, produsen chipset asal San Diego, Amerika Serikat ini meningkatkan mesin kecerdasan buatan atau AI Engine di Snapdragon 855 dengan dukungan chip Hexagon 690.

Balik lagi ke pertanyaan soal baterai. Menurut Qualcomm, semua keunggulan itu tak membuat smartphone yang ditenagai Snapdragon 855 jadi haus daya. Semua ini diperlihatkan Qualcomm di salah satu demo yang mereka tunjukkan soal performa baterai.

Ada dua demo yang ditunjukkan oleh Qualcomm, di mana masing-masing didemo terdapat smartphone diotaki Snapdragon 845 dan Snapdragon 855. Demo pertama, diuji secara terus-menerus dalam mengakses media sosial. Demo kedua, berkaitan dengan game, yang dalam hal ini dicontohkan dengan game PUBG.

Hasil bisa dilihat di layar. Demo pertama, dengan mengandalkan Snapdragon 855, baterai smartphone justru lebih awet 1,5 jam. Sedangkan pada demo kedua, smartphone yang ditenagai Snapdragon 855 lebih hemat bermain game baterainya hingga 1 jam.

Dengan peluncuran Snapdragon 855, Qualcomm menyakini era 5G akan hadir di tahun 2019. Seperti disampaikan oleh Presiden Qualcomm Incorporated, Cristiano Amon, mengatakan bahwa dalam beberapa bulan ke depan atau awal tahun 2019, akan bermunculan smartphone yang mendukung jaringan 5G.

“Kami percaya dalam beberapa bulan ke depan kita akan melihat smartphone 5G unggulan. Ini akan meletakkan fondasi untuk smartphone dapat terhubung perangkat lainnya. Itu bisa dilihat pada paruh pertama tahun 2019,” tuturnya.

Sejauh ini, ada dua produsen smartphone yang telah mengumumkan secara resmi akan menghadirkan ponsel 5G di awal tahun depan, yaitu Samsung dan OnePlus.

Samsung, seperti yang diungkapkan oleh Justin Denison selaku Senior Vice President Mobile Product Strategy and Marketing Samsung Electronics America, menyatakan kalau pihaknya percaya diri merilis smartphone 5G.

“Kita akan luncurkan smartphone 5G pertama di Amerika Serikat pada paruh pertama tahun 2019,” ujar Denison.

Sedangkan, OnePlus mengklaim kalau merekaakan jadi vendor pertama di dunia yang akan menggunakan Snapdragon 855. Tak hanya itu, OnePlus pun siap memasarkan smartphone 5G tersebut, tetapi hanya dipasarkan di Eropa.

“Kami siap menyongsong era 5G. Kami telah berkerjasama dengan Qualcomm untuk menghadirkan 5G,” pungkas pendiri dan CEO OnePlus, Pete Lau.

(Png – sisidunia.com)