Home » News » Luapan Air Sungai Rendam 9 Desa di Cilacap

Luapan Air Sungai Rendam 9 Desa di Cilacap



Cilacap – Banjir Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, disebabkan oleh meluapnya sungai yang alirannya semakin dangkal. Akibat banjir ini, sebagian warga sudah mengungsi. Namun, lainnya, seperti keluarga Sukarjono Paslah (60) masih bertahan di rumah.

Luapan Air Sungai Rendam 9 Desa di Cilacap

Dia mengatakan air mulai naik ke halaman rumah sejak Selasa (4/12/2018) malam. Kemudian, air mulai masuk ke dalam rumah.

Baca juga : Tak Hanya Satu, Pria Ini Lamar Sang Pacar Dengan 6 Cincin Sekaligus

Saat ini, rendaman air di dalam rumah berkisar 30-50 centimeter, adapun di halaman atau pekarangan rumah, banjir mencapai ketinggian antara 1 – 1,4 meter.

“Dari tadi malam. Sekitar jam 02.00 WIB, sudah masuk rumah. Ya, kalau di dalam rumah segini (selutut) kalau di halaman rumah sekitar sepinggang,” katanya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPBD Sidareja, Agus Sudaryanto mengatakan secara keseluruhan jumlah desa yang terendam mencapai sembilan desa di empat kecamatan. Sembilan desa ini adalah Desa Sidareja Gunungreja, Tegalsari, Sidamulya, Tinggarjaya, Sudagaran, dan Margasari di Kecamatan Sidareja.

Kemudian, Desa Bangunreja Kecamatan Kedungreja, Desa Wringinharjo Kecamatan Gandrungmangu, serta Desa Binangun Baru Kecamatan Bantarsari.

“Sementara datanya ada sebanyak 3.417 rumah yang terendam,” kata Agus.

BPBD sudah mulai mempersiapkan pengungsian di sejumlah titik. Di antaranya, rumah dinas Sekcam, Pendopo Kecamatan Sidareja dan Koramil Sidareja.

Sementara ini, pengungsi yang sudah terdata sebanyak 83 jiwa. Akan tetapi, kemungkinan pengungsi bertambah banyak seiring genangan yang semakin tinggi.

Namun, Agus mengaku belum bisa memastikan jumlah warga yang sementara ini mengungsi ke dua Posko, yakni Posko Markas Koramil dan Rumah Dinas Sekretaris Kecamatan Sidareja. Petugas masih mendata jumlah pasti di lapangan.

Hampir tiap jam jumlah pengungsi juga bertambah. Contohnya, di rumah dinas sekretaris kecamatan, yang tadinya berjumlah belasan jiwa pada Rabu pagi, siang hari sekitar pukul 12.00 WIB sudah bertambah menjadi 29 orang.

“Jumlahnya terus naik terus naik,” dia menerangkan.

(Png – sisidunia.com)