Home » Techno » 2020 Akan Menjadi Tahun Hangouts Pensiun

2020 Akan Menjadi Tahun Hangouts Pensiun



Jakarta – Sebelumnya, Google pernah menyebut rencana mematikan Hangouts. Informasi terbaru menyebutkan, aplikasi chat ini dijadwalkan akan pensiun di 2020.

2020 Akan Menjadi Tahun Hangouts Pensiun

Hangouts

Kabar ini sebenarnya tidak mengejutkan. Google kerap dicemooh lantaran dinilai terlalu banyak punya banyak aplikasi messaging sehingga tidak fokus.

Baca juga : Di Nitendo Switch Permainan Pokemon Let’s Go Eevee dan Pikachu Tembus Rekor Penjualan

Baru-baru ini Google mengumumkan bahwa mereka mengalihkan perhatiannya ke Android Messages dan integrasi dengan standard messaging ‘chat’ RCS yang baru. Di sisi lain, Google sudah menghentikan pengembangan Hangout lebih dari setahun lalu.

Mengingat bahwa Google sudah memberikan update berbagai fitur baru ke aplikasi messaging lainnya, banyak pengguna yang sudah beralih dari Google Hangouts. Namun masih ada sejumlah pengguna setianya yang memillih tetap menggunakan layanan lama.

Jadi tampaknya, pengguna yang belum bertransisi dari Google Hangouts, baru akan melakukannya di 2019 sebelum aplikasi tersebut pensiun. Namun perlu diingat, tidak semua tentang Hangouts akan menghilang nantinya.

Seperti informasi yang dikutip dari Digital Trends, Sabtu (1/12/2018), brand Hangouts masih akan ada di Hangouts Chat di G Suite dan layanan Hangouts Meet yang menyasar kalangan bisnis dan menarget pengguna yang mungkin tertarik pada layanan seperti Slack.

Semoga saja ini merupakan sinyal dimulainya pendekatan yang lebih efisien untuk semua aplikasi messaging Google. Seperti sudah disebutkan sebelumnya, Google merilis sejumlah layanan messaging dalam beberapa tahun belakangan. Setelah Hangouts, ada Allo. Namun aplikasi messaging yang dibuatnya begitu-begitu saja.

Sebagai gantinya, Google kini merilik Rich Communication Services (RCS) baru, yang sebenarnya merupakan standar ‘chat’ yang memungkinkan sejumlah fungsi seperti membuat group messages, mentransfer file berukuran besar, notifikasi pesan sudah dibaca, dan banyak lagi fitur lainnya yang sudah diterapkan di banyak aplikasi pesan instant serupa.

Pada dasarnya, ini adalah standar yang lebih unggul dari standar SMS lama, dan diharapkan bisa menghadirkan fungsi messaging lintas platform. Beberapa perusahaan diam-diam juga sudah berencana menggunakan RCS baru, yakni Apple. Adopsi ini nantinya memungkinkan messaging lintas platform di antara pengguna di platform Apple dan Android.

(Png – sisidunia.com)