Home » News » Terjebak di Gurun Pasir 6 Hari, Wanita Asal Autralia Ini Terpaksa Minum Urine

Terjebak di Gurun Pasir 6 Hari, Wanita Asal Autralia Ini Terpaksa Minum Urine



Jakarta – Wanita asal Australia ini gemar bepergian bersama dengan kucing dan anjingnya. Namanya Brooke Phillips, kali ini ia bepergian ke dekat perbatasan barat, utara, selatan Australia.

Terjebak di Gurun Pasir 6 Hari, Wanita Asal Autralia Ini Terpaksa Minum Urine

Ilustrasi

Tetapi nahas, karena salah jalur, Brooke masuk ke dalam gurun pasir luas dan terpencil serta mobilnya tidak dapat bergerak. Berpikir tidak akan berada dalam kondisi seperti ini dalam waktu lama, Brooke pun menghabiskan persediaan air minumnya.

Baca juga : Bentrok 2 Kelompok Pemuda di Papua Barat Dipicu Dendam Lama

Dikutip dari Neswhub, Brooke ternyata terjebak dalam kondisi seperti itu dalam waktu yang cukup lama. Untuk bertahan hidup, ia menelan segala macam cairan yang ada di mobilnya, mulai dari pembersih kaca, saus pasta, krim kelapa, sekaleng tomat, jus lemon, dan anggur merah.

Enam hari terjebak di tengah gurun pasir, ia pun hanya mendapatkan beberapa mililiter dari air hujan. Karena suhu yang cukup panas, Brooke pun terpaksa meminum urinenya sendiri untuk bertahan hidup.

“Saya tidak berbohong, saya minum air kencing saya sendiri pada hari terakhir karena saya semakin putus asa dan tidak ada satupun orang yang ke sini. Saya kira itu menyelamatkan saya,” ujarnya.

Saking panasnya, Brooke hanya berdiam diri di dalam mobil dengan menutup jendela mobilnya menggunakan handuk dan menyalakan AC hingga bahan bakar mobilnya habis.

Beberapa hari menghilang, keluarga Brooke pun melapor ke polisi. Polisi mencarinya dari darat maupun udara dengan melibatkan 12 polisi dan 20 anggota masyarakat.

Setelah enam hari, putrinya yang berusia 16 tahun bersama sekelompok masyarakat menemukan Brooke berada 30 kilometer jauhnya dari kota. Beruntung, Brooke pun bisa diselamatkan.

“Saya sedang duduk di dalam mobil dan saya berpikir, ‘jika saya punya satu hari lagi, saya tidak tahu harus berbuat apa’,” tutupnya.

(Png – sisidunia.com)