Home » News » Ribuan Burung Layang-layang Bermigrasi ke Yogyakarta

Ribuan Burung Layang-layang Bermigrasi ke Yogyakarta



Yogyakarta – Ribuan burung layang-layang Asia bermigrasi ke Kota Yogyakarta. Kedatangan ribuan burung berasal dari Rusia, Mongolia, China, Jepang dan sekitarnya itu tentu saja menyisakan persoalan pelik bagi Pemkot Yogya.

Ribuan Burung Layang-layang Bermigrasi ke Yogyakarta

Burung Layang-layang

Persoalan tersebut yakni kotoran burung. Burung-burung yang datang secara berkoloni tersebut memang menjadikan Jalan Suryotomo Kota Yogyakarta sebagai tempat singgahnya. Tak ayal, di sepanjang jalan ini banyak dijumpai kotoran burung layang-layang.

Baca juga : 2 Sejoli Pembunuh Perempuan di Mampang Akan Jalani Tes Kejiwaan

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, tak menampik adanya persoalan kotoran burung layang-layang di Jalan Suryotomo. Untuk itu, pemkot sudah memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk secara rutin membersihkan kotoran burung tersebut.

“Ya ini (migrasi burung layang-layang Asia) memang musiman. DLH nanti yang akan terjun membersihkan kotoran burung yang menghinggap di kabel-kabel. Itu akan rutin, akan dipatroli oleh teman-teman DLH,” ujarnya, Sabtu (24/11/2018).

Heroe mengatakan, tidak mungkin Pemkot Yogyakarta menghalau kedatangan burung layang-layang asia yang bermigrasi. Adapun yang bisa dilakukan pemkot dalam hal ini hanyalah membersihkan kotoran burung layang-layang yang singgah di Jalan Suryotomo.

“Kita akan rutin, akan membersihkan tempat-tempat yang memang kemudian dikotori karena ada (burung layang-layang asia). Itu sudah beberapa kali dilakukan pembersihan. Jadi kalau ada kotoran, kita bersihkan,” paparnya.

Menurutnya, petugas kebersihan di DLH Kota Yogyakarta masih sanggup untuk membersihkan kotoran burung layang-layang Asia di Yogyakarta. Oleh karenanya, pemkot menilai untuk sementara ini belum perlu ada penambahan petugas kebersihan.

“Yang penting kalau kita, begitu ada persoalan yang sudah ada segera laporkan saja. Kalau kita rutin dua hari sekali melihat (lokasi). Tapi misalnya pada saat tertentu sudah over, kita akan segera bergerak. Tapi yang jelas dua hari sekali kita akan patroli,” tutupnya.

(Png – sisidunia.com)