Home » Hiburan » Rahma Azhari Mengaku Pernah Menjadi Korban Bully Saat SMA

Rahma Azhari Mengaku Pernah Menjadi Korban Bully Saat SMA



Jakarta – Lantaran foto yang diunggah oleh Zack Lee, belakangan ini aktris cantik Rahma Azhari ramai menjadi perbincangan. Dalam unggahannya, mantan suami dari Nafa Urbach itu menyebut Rahma adalah wanita yang pertama kali membuatnya jatuh cantik. Diisukan kembali menjalin cinta alias CLBK, Rahma malah mendukung Zack rujuk dengan Nafa.

Rahma Azhari Mengaku Pernah Menjadi Korban Bully Saat SMA

Rahma Azhari

Saat ini Rahma berstatus janda dengan dua orang anak usai pernikahannya dengan Alfay Rauf kandas di tahun 2008 lalu. Namun, adik dari Ayu Azhari ini mengaku terlalu sibuk, saat ditanya tentang pencarian suami baru.

Rahma kali ini bercerita tentang kisahnya saat masih SMA, ketika terlepas dari kisah asmaranya. Rupanya ia pernah menjadi korban bully.

“Aku korban bully banget pas SMA,” kata Rahma dalam sebuah acara televisi.

Uya Kuya sebagai pembawa acara tersebut mengorek lebih dalam tentang kisah bully-ing Rahma. Ia menduga Rahma terlalu cantik sehingga kerap dijadikan sasaran.

“Bisa jadi. Aku enggak setuju banget.” jawab Rahma.

Lebih lanjut, wanita berusia 37 tahun ini menceritakan tentang tindakan bully yang pernah ia alami tersebut. Rahma mengaku wajahnya sampai menjadi penuh dengan luka.

“Jadi physical, sampai bonyok-bonyok. Verbally, mereka kan tahu aku syuting-syuting sebutin ‘Heh sini lho! Pak pok pak pok, sampai bonyok-bonyok.'” lanjut Rahma.

Baca juga : Fransen Susanto, Pria Yang Disebut Sebagai Pacar Baru Ayu Ting Ting

Pengalaman buruk Rahma tersebut menjadi pelajaran berharga. Ia menjadi lebih protektif dan tak mau anak-anaknya menjadi korban bully seperti dirinya. Oleh karena itulah, ia berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga anak-anaknya dari pelaku bully.

“Anak juga kalau bisa aku ikutin terus, aku jaga. Bully ada dimana-mana, Dimanapun ada. Semangat buat anak saya.” sambung Rahma.

Tak hanya itu, Rahma berharap sekolah di manapun bisa membasmi bully. Hal tersebut dapat dilakukan oleh pihak sekolah yang juga turut melibatkan orangtua dengan mengadakan kampanye anti bully-ing.

“Dari sekolah harus banyak awareness dan campaign, dibantu juga dari guru dan kepala sekolah semua. Ya juga dari orang tua termasuk.” tutup Rahma.

(Png – sisidunia.com)