Home » Hiburan » Fify Leti Kecewa Penggambaran Sang Ayah di Film A Man Called Ahok

Fify Leti Kecewa Penggambaran Sang Ayah di Film A Man Called Ahok



Jakarta – Akan segera tayang di bioskop pada Kamis (8/11) mendatang, film yang dibintangi Daniel Mananta, “A Man Called Ahok”. Film ini juga telah merilis potongan adegan eksklusif yang kemudian berhasil menjadi trending di media Sosial Twitter.

Fify Leti Kecewa Penggambaran Sang Ayah di Film A Man Called Ahok

Fify Leti

Sayangnya, perasaan kecewa justru diungkap oleh adik kandung Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang akan dikisahkan dalam film ini. Adik kandung Ahok, Fify Leti Indra mengungkapkan rasa kecewa tersebut melalui salah satu unggahan di Instagram pribadinya.\

Fify membagikan sebuah foto bunga yang terlihat mirip dengan bunga sedap malam dalam unggahan Instagram pribadinya pada Senin (5/11) kemarin. Turut ia ungkapkan kekecewaan yang menyangkut penggambaran imej sang ayah, dalam foto tersebut. Sepertinya, Fify memang tengah membahas film “A Man Called Ahok” yang diangkat dari novel karya Rudi Valinka ini.

“Ku kembalikan semua kecewa dan Sedih padaMu. Ooh…Papaku, seandainya masih Hidup pasti marah sekali dgn mrk Yg merusak image dan gambaran dirimu. Tidak pantas mrk menpertontonkan Hidupmu dgn cara spt ini. Tetapi Aku percaya dan aku Berdoa malam ini Mazmur 37 tjd pada mrk yang telah menyakitimu. Bunga ini tanda kematian hati nurani, tanda dukacita Yg dalam. Tuhan Kalaulah pembela Papaku.” tulis Fify.

Baca juga : Mantan Istri Raul Lemos Memutuskan Berhijrah

Dugaan kekecewaan Fify pada film yang mengisahkan kakak kandungnya, yakni Ahok tersebut semakin diperkuat dengan jawabannya pada pertanyaan warganet. Fify menjelaskan bahwa koordinasi antara pembuat film dengan keluarga Ahok kurang baik. Fify menyayangkan adanya perbedaan penceritaan sang ayah antara novel dengan skrip filmnya. “Benar banget. Harusnya reserarch ya bicara ama keluarga kasih baca transkrip ya baru shooting! Yg benar kan kayak bukunya kan bagus bgt sesuai true story keren bukunya. Bukan asal jadi trus keluarga diminta approved and support hahahaha,” jawab Fify pada salah satu komentar warganet.

Dalam balasan komentar yang lain, wanita yang berprofesi sebagai pengacara ini menegaskan bahwa ia sudah berusaha berkomunikasi dengan pihak-pihak yang membuat film “A Man Called Ahok” ini. Sayangnya, Fify mengatakan bahwa mereka seolah tidak peduli dengan “protesnya” mengenai imej sang ayah yang berbeda dengan aslinya atau juga versi novel.

(Png – sisidunia.com)