Home » Travel & Kuliner » Kasiat Keripik Daun Kelor Dan Daun Sirih

Kasiat Keripik Daun Kelor Dan Daun Sirih



Jakarta – Daun kelor kerap digunakan sebagai obat alami. Namun, bagaimana jadinya jika daun ini dijadikan camilan renyah seperti keripik.

Kasiat Kripik Daun Kelor Dan Daun Sirih

Keripik

Widi Astuti, wanita dibalik produk camilan berbahan dasar daun kelor. Lewat usaha UMKM yang bernama Gondo’s ini Widi memproduksi berbagai keripik berbahan daun, salah satunya daun kelor.

Baca juga : 10 Ikan Segar Ini Paling Cocok Untuk Sushi

Daun kelor yang dijadikan keripik ini diperoleh Widi dari para petani atau pemilik pohon kelor di sekitar Tangerang. Selain itu Widi juga mengatakan daun kelornya kadang dipasok dari Yogyakarta.

“Daunnya dari petani atau dari penanam pohon kelor. Kami juga sedang membudidayakan, kita tanam sendiri juga. Tapi ada juga supply dari Yogyakarta. Banyak sumbernya,” kata Widi saat ditemui.

Widi menjelaskan untuk membuat keripik daun kelor ini prosesnya sangat simpel, daun yang baru dipetik lalu dipetiki dan dicuci hingga bersih. Lalu daun dicampur dalam adonan tepung beras cair lalu digoreng hingga renyah.

Setelah matang, daun ditiriskan dan dikemas dalam plastik kedap udara. Keripik kemasan inilah yang siap dijual ke pasaran.

Daun kelor sendiri memiliki beberapa khasiat antara lain sebagai anti stres, menurunkan gula darah, menurunkan kolesterol hingga sebagai obat penyembuh kanker.

Meskipun tidak lazim dikonsumsi sehari-hari, keripik daun kelor ini ternyata punya rasa yang ramah di lidah. Aroma dan rasa asli daun kelor tidak tercium jelas, rasanya juga jadi renyah dan gurih. Jadi seperti ngemil keripik biasa saja.

Selain daun kelor, Widi juga memproduksi keripik daun lainnya seperti daun sirih, daun katuk dan daun pepaya.

Keripik daun sirih produksi Widi juga tak kalah unik. Aroma khas daun sirih lebih tercium kuat, demikian juga rasanya. Khasiat daun sirih juga tak kalah banyak, mulai menyembuhkan batuk, sariawan, keputihan hingga mengurangi bau mulut.

Dalam seminggu, Widi bisa memproduksi delapan hingga 12 kilo daun yang diolah jadi keripik. Widi membuat keripik daun ini dibantu oleh tiga orang karyawannya.

Meskipun usahanya belum besar tapi Widi sudah mengantongi beberapa izin usaha untuk produknya. Keripik daun ini sudah memiliki legalitas Surat Keterangan Domisili Usaha (SKDU), Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK), Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) serta sudah mengantongi sertifikasi halal MUI.

Sekantung keripik daun dengan berat 100 gram dibanderol harga Rp 20-25 ribu. Semua keripik ini bisa dibeli lewat instagram @keripikdaunkelor, situs belanja online ataupun di beberapa toko oleh-oleh.

9Png – sisidunia.com)