Home » News » Jenazah Korban Jatuhnya Pesawat Lion Air JT-610 Yagn Teridentifikasi Langsung Dipulangkan

Jenazah Korban Jatuhnya Pesawat Lion Air JT-610 Yagn Teridentifikasi Langsung Dipulangkan



Jakarta – Jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 di perairan laut Karawang, Jawa Barat, yang berhasil diidentifikasi. Korban yang bernama, Jannatun Cintya Dewi, langsung diterbangkan ke Sidoarjo.

Jenazah Korban Jatuhnya Pesawat Lion Air JT-610 Yagn Teridentifikasi Langsung Dipulangkan

Ilustrasi

“Malam ini juga akan dikembalikan ke Sidoarjo,” kata Kapusdokkes Polri Brigjen Arthur Tampi di RS Polri, Jakarta Timur, Rabu (31/10/2018).

Baca juga : Beberapa Kapal Nelayan Kecil Sudah Menggunakan LPG

Sebelum dibawa ke kampung halamannya, pihak RS Polri akan melakukan penyerahan jenazah dan dokumen ke pihak keluarga.

“Kami sudah identifikasi sebelum rilis, sudah kita informasikan dan proses penyerahan jenazah sudah kami laksanakan,” tutur Arthur.

Arthur menjelaskan, setelah dilakukannya penyerahan jenazah, nantinya keluarga korban akan difasilitasi oleh pihak Manajemen Lion Air terkait dengan diterbangkannya korban ke Sidoarjo.

“Sekarang yang akan mengurus itu adalah pihak maskapai Lion Air,” tutur dia.

Kapus Inafis Bareskrim Polri, Brigjen Hudi Suryanto mengungkapkan, berdasarkan dari e-KTP, korban seorang perempuan bernama Jannatun Cintya Dewi, Sidoarjo, kelahiran 12 September 1994, warga Dusun Prumpon, Sukodono, Jatim.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun, Jannatun sudah selesai kuliah dan saat ini bekerja sebagai Staf Kementerian ESDM.

“Jannatun Cintya Dewi seorang pelajar, mahasiswa, belum nikah,” kata Hudi kesempatan yang sama.

Hudi menjelaskan, teridentifikasinya korban tersebut dengan cara pencocokan sidik jari. Pasalnya, dari potongan tubuh korban, kondisi tangan sebelah kanan dalam keadaan baik, sehingga sidik jarinya masih mudah untuk dilakukan pemeriksaan.

“Jarinya hanya lima di bagian atas sidik jari lima, bagian ini sebelah kiri ternyata dari lima ini ada jari telunjuk sangat baik bentuknya,” tutur Hudi.

(Png – sisidunia.com)