Home » News » Kisah Mengerikan Seorang Wanita Saat Bulan Madu

Kisah Mengerikan Seorang Wanita Saat Bulan Madu



Jakarta – Seorang wanita berusia 36 tahun dari Florida, Amerika Serikat, memiliki pengalaman aneh saat berlibur ke Belize untuk bulan madu.

Kisah Mengerikan Seorang Wanita Saat Bulan Madu

Kisah Mengerikan Seorang Wanita Saat Bulan Madu

Menurut laporan sang wanita awalnya tidak merasa ada yang aneh selama liburan sampai dua bulan kemudian ia menemukan ada benjolan seperti jerawat di selangkangan sebelah kiri. Benjolan tersebut terasa gatal namun tidak menyakitkan sehingga sang wanita diberi obat antibiotik oleh dokter yang curiga gejala muncul karena infeksi dari luka gigitan serangga.

Baca juga : Seorang Pria Tiongkok Telan Sendok Saat Mabuk

“Pasien menyelesaikan obat antibiotiknya tapi hanya melihat perbaikan sekitar 50 persen pada eritema (radang kulit -red) yang mengelilingi lesi tanpa menyembuhkan benjolan,” tulis dokter dalam jurnal.

Akhirnya karena benjolan tampak semakin parah hingga keluar nanah sang wanita dokter spesialis di rumah sakit. Di sana dr Enrico Camporesi yang menangani kasus mendeskripsikan kulit di sekitar benjolan tersebut terasa keras dan seperti ada kacang atau telur di dalam.

Usai benjolan dibedah baru jelas penyebabnya. Tim dokter menemukan seekor ulat larva dengan bentuk meruncing dan tubuh dipenuhi kait duri. Patolog mengindentifikasi serangga ini sebagai lalat bot manusia (Dermatobia hominis).

Manusia bisa terinfeksi ketika digigit oleh seekor lalat atau nyamuk yang sudah terkontaminasi dengan telur lalat bot. Saat itu telur akan masuk ke bawah kulit dan menetas jadi larva berkat suhu tubuh yang tepat.

Saat menetas larva akan memakan area di sekitarnya, membentuk kantung, dan meninggalkan sebuah lubang di permukaan kulit untuk bernapas. Operasi oleh dokter disarankan untuk mengangkat larva dari kulit karena sulit untuk dilakukan sendiri akibat banyaknya duri pengait.

“Ketika larva berhasil diangkat, lesi sudah sembuh dalam waktu seminggu setelah pasien datang untuk melakukan kontrol,”tulis dr Enrico dikutip dari jurnal pada Senin (29/10/2018).

(Png – sisidunia.com)