Home » Hiburan » Sebuah Agensi Harus Bayar Mahal Untuk Group K-Pop

Sebuah Agensi Harus Bayar Mahal Untuk Group K-Pop



Jakarta – Seiring berjalannya waktu, industri musik K-Pop semakin berkembang. Banyak grup vokal baru bermunculan dan jadi terkenal di industri musik K-Pop. Namun, butuh biaya yang banyak untuk mengorbitkan setiap boy band atau girl band bagi perusahaan manajemen hiburan di Korea.

Sebuah Agensi Harus Bayar Mahal Untuk Group K-Pop

K-pop

Berdasarkan statistik JYP Entertainment, salah satu perusahaan rekaman K-Pop yang telah berdiri sejak 1997, untuk membuat grup K-Pop baru dapat menelan biaya 900 juta won atau sekitar Rp 12 miliar. Seperti dilansir dari Koreaboo, angka-angka ini didasarkan pada hipotesis setiap boygroup yang beranggotakan lima orang.

Baca juga : Ari Lasso Telah Lama Mengidap Penyakit Ini

Jika masing-masing anggota berlatih selama rata-rata tiga tahun, maka JYP Entertainment akan menghabiskan antara 700 juta won (Rp 9,3 miliar) dan 900 juta won (Rp 12 miliar).

Sementara itu untuk boy band atau girl band yang akan comeback, biayanya juga tidak lebih murah. Sebuah mini album dengan tiga lagu membutuhkan 12 juta won (Rp 160 juta) untuk rekaman, dan 15 juta won (Rp 200 juta) untuk biaya produksi. Total Rp 360 juta hanya untuk tiga lagu.

Satu video musik dapat dikenakan biaya 150 juta won atau sekitar Rp 2 miliar. Jika perusahaan merilis sebuah video musik untuk setiap lagu di mini album maka membutuhkan biaya sekitar Rp 6 miliar, ditambah dengan sampul album yang menelan biaya 20 juta won atau sekitar Rp 260 juta.

Harga sebuah mini-album tidak bisa dibandingkan dengan biaya pemasaran. Mempromosikan kembalinya grup atau comback lagu sebuah grup K-Pop di acara siaran musik-musik membutuhkan 500 juta won yakni sekitar Rp 6,6 miliar. Itu termasuk Rp 668 juta untuk koreografi, Rp 1,3 miliar untuk penari latar, Rp 2,2 miliar untuk pakaian di panggung (dikenakan untuk enam minggu promosi, dan untuk empat pertunjukkan musik selama seminggu), Rp 133 juta untuk tata rias panggung, viral marketing membutuhkan Rp 2 miliar, dan biaya lain-lain hingga Rp 26 juta.

Jika biaya untuk debut grup K-Pop baru membutuhkan biaya 900 juta won, mini album dan biaya terkait 197 juta won, serta 500 juta won untuk comeback pertama mereka, maka yang dikeluarkan agensi untuk satu grup K-Pop adalah 1,5 miliar won atau sekitar Rp 20 miliar.

JYP Entertainment sendiri merupakan agensi label dari salah satu tiga besar perusahaan rekaman korea bersama dengan YG Entertainment dan SM Entertainment. Beberapa artis K-Pop di bawah naungan JYP Entertainment diantaranya yakni 2PM, Miss A, GOT7, dan Twice.

(Png – sisidunia.com)