Home » Gaya Hidup » 5 Penyakit Ini Bisa Berasal Dari Gigitan Nyamuk

5 Penyakit Ini Bisa Berasal Dari Gigitan Nyamuk



Jakarta – Selain menimbulkan rasa gatal, gigitan nyamuk bisa menjadi vektor penyebar penyakit serius hingga menyebabkan kematian.

5 Penyakit Ini Bisa Berasal Dari Gigitan Nyamuk

Ilustrasi

Kebanyakan kasus terjadi akibat masyarakat kurang menjaga sanitasi dan kebersihan dari lingkungan, sehingga nyamuk bisa berkembang biak dengan leluasa. Satu ekor nyamuk dapat bertelur di satu tetesan air dengan jumlah telur mencapai ratusan hingga ribuan.

Baca juga : 3 Risiko Jika Sering Melakukan Seks Bebas

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut penyakit akibat nyamuk yang perlu diwaspadai:

Malaria

Penyakit malaria ditularkan oleh nyamuk Anopheles yang terinfeksi oleh parasit plasmodium. Saat parasit telah masuk ke dalam tubuh, mereka akan menyerang hati.

Gejala malaria biasanya berkembang dalam 10 hari hingga 4 minggu setelah infeksi. Beberapa parasit malaria dapat masuk ke dalam tubuh dan menetap untuk jangka waktu yang lama.

Data dari WHO menyebutkan kematian akibat malaria lebih dari 400.000 setiap tahun secara global. Di Indonesia, tercatat 261.617 kasus pada tahun 2017 dan memakan korban jiwa sebanyak 100 orang. Kebanyakan dari mereka adalah anak-anak di bawah usia 5 tahun.

Filariasis atau kaki gajah

Penyakit kaki gajah disebabkan oleh cacing filaria dengan nyamuk sebagai vektornya. Semua jenis nyamuk bisa berpotensi membawa penyakit filariasis, baik Anopheles, Culex, Aedes, dan Armigeres.

Meski kasus filariasis jarang berakhir fatal, penyakit ini tetap menjadi salah satu penyebab kecacatan permanen terbesar di dunia.

Filariasis ditularkan saat nyamuk menghisap darah seseorang yang mengandung anak cacing filaria dan menjadi parasit dalam tubuh yang akan berkembang di dalam pembuluh dan kelenjar getah bening yang akan mengalami pembengkakan.

Penyakit ini bersifat menahun dan sampai saat ini pembengkakan yang dialami oleh penderita sebagian besar tidak bisa disembuhkan. Sampai tahun 2017, telah ditemukan 12.677 kasus kaki gajah kronis di seluruh Indonesia.

DBD

Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit yang disebarkan oleh nyamuk Aedes Aegypti. Ketika masuk ke tubuh, virus ini akan menyerang sistem kekebalan tubuh dan merusak pembuluh darah kapiler. Penyakit ini kerap mewabah di wilayah tropis, khususnya Indonesia.

Gejala demam berdarah meliputi demam tinggi, sakit kepala berat, nyeri di belakang mata, nyeri sendi, kelelahan, mual, muntah, ruam kulit sampai pendarahan ringan.

Menurut WHO, lebih dari 3,9 miliar orang dari 128 negara beresiko terjangkit demam berdarah, dengan perkiraan 96 juta kasus per tahun.

Demam kuning (yellow fever)

Seringkali disangka sebagai flu biasa, demam kuning merupakan penyakit serius yang mampu menyebabkan kematian. Penyakit ini merupakan infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk.

Gejala utama dari demam kuning yaitu demam tinggi, mata dan kulit menjadi kekuningan. Perubahan warna ini terjadi akibat adanya kerusakan hati.

Zika

Virus Zika merupakan jenis virus yang ditularkan oleh nyamuk aedes aegypti. Jika nyamuk tersebut telah terinfeksi virus Zika, ia bisa menularkannya kepada manusia saat tergigit.

Penyakit ini dapat menyebabkan demam, ruam, nyeri sendi, dan mata merah. Tetapi, banyak orang tidak tahu bahwa mereka mengidap zika karena gejalanya yang tergolong ringan.

Setelah tergigit, gejalanya akan muncul 3-14 hari. Selain melalui nyamuk, virus zika juga bisa menular melalui hubungan seksual, dari ibu ke janin, hingga transfusi darah.

(Png – sisidunia.com)