Home » Travel & Kuliner » Laba-laba ini Menjadi Makanan Populer di Vietnam

Laba-laba ini Menjadi Makanan Populer di Vietnam



Jakarta – Habitat laba-laba kayu menempati beberapa hutan di Vietnam. Meski terlihat seram dan berbahaya, laba-laba ini ternyata jadi makanan yang populer di sana.

Laba-laba ini Menjadi Makanan Populer di Vietnam

Laba-laba kayu

Selama musim hujan, banyak masyarakat Vietnam yang pergi ke hutan Phan Dung, yang terletak di provinsi Binh Thuan, Vietnam. Mereka pergi ke sana untuk berburu laba-laba kayu, yang memiliki corak kuning dan punya rasa yang lezat.

Baca juga : Inilah Rumah Hantu Terseram di Dunia

Dilansir Nhan Dan (14/10/2018), laba-laba kayu ini nama ilmiahnya ‘Nephila Pilipes’, memiliki enak kaki, tubuhnya hitam dengan garis dan bintik kuning di punggung serta perutnya. Ada juga yang memiliki corak merah jambu.

“Ada banyak spesies laba-laba di hutan, tetapi hanya laba-laba hitam dengan garis kuning yang aman untuk dimakan,” tutur perwakilan dari Pengelola Hutan Lindung di wilayah Tuy Phong.

Laba-laba kayu ini berkembang biak selama musim hujan. Ukurannya juga cukup besar, dan tampilannya menyeramkan. Tapi laba-laba ini sudah menjadi makanan yang menyelamatkan warga di sekitar hutan, ketika mereka kehabisan bahan makanan.

“Laba-laba kayu dianggap sebagai hewan yang memiliki manfaat khusus untuk kesehatan. Laba-laba ini juga berguna untuk menyelamatkan orang-orang yang tinggal di sekitar hutan, jika mereka kelaparan karena persediaan makanan mereka habis,” tutur Manh Hanh, selaku orang yang ahli menangkap laba-laba, dan tinggal di dekat hutan Phan Dung.

Cara memasak laba-laba kayu ini juga terbilang sederhana. Jika tidak ada panci atau wajan, banyak warga yang memasak laba-laba menggunakan tusuk lidi, lalu dipanggang di atas arang.

Tekstur daging laba-laba ini memang lebih enak dipanggang, dicampur dengan sedikit kecap ikan atau garam. Rasanya kaya akan mentega, dan terdapat rasa sutera. Membuat hidangan ini punya rasa yang unik.

“Kalau mau rasanya lebih enak. Biasanya laba-laba kayu panggang ini disantap dengan arak beras,” pungkas Manh Hanh.

(Png – sisidunia.com)