Home » News » Wanita Muda di China Ditahan Karena Dianggap Hina Lagu Kebangsaan

Wanita Muda di China Ditahan Karena Dianggap Hina Lagu Kebangsaan



Shanghai – Karena dianggap ‘menghina’ lagu kebangsaan China, seorang wanita muda di China yang juga seorang bintang internet terkenal ditahan. Wanita berusia 20 tahun ini ditahan selama lima hari.

Wanita Muda di China Ditahan Karena Dianggap Hina Lagu Kebangsaan

Wanita Muda di China Ditahan Karena Dianggap Hina Lagu Kebangsaan

Seperti dilansir CNN, Senin (15/10/2018), Yang Kaili (20) dikenal kerap menyiarkan live-streaming di internet via platform media sosial setempat, Huya. Dia juga diketahui memiliki 44 juta followers pada aplikasi live-streaming populer lainnya, TikTok. Yang dijatuhi hukuman oleh otoritas Shanghai setelah sejumlah pengguna internet melaporkan dirinya ke polisi atas tuduhan ‘menghina integritas lagu kebangsaan selama siaran langsung’.

Saat siaran langsung pada 7 Oktober lalu, aksi Yang yang menuai protes itu ditampilkan. Saat itu, Yang sedang duduk di apartemennya sambil melambaikan tangannya di udara, dengan gerakan menirukan seorang konduktor, sambil menggumamkan bagian awal lagu kebangsaan China yang berjudul ‘Yi Yong Jun Jin Xing Qu’ atau ‘March of the Volunteers’.

Video yang asli telah dihapus oleh pihak Huya. Video-video milik Yang lainnya yang ada di TikTok juga telah dihapus usai insiden ini mencuat. Dalam video-videonya, Yang biasanya menyanyi dan menari sambil berbicara kepada para penonton atau yang bisa disebut ‘penggemarnya’.

Kepolisian Shanghai menyatakan bahwa Yang telah melanggar ‘Undang-undang Lagu Kebangsaan’ dalam siarannya tersebut, dalam pernyataan terpisah. Wanita muda ini sempat menjalani ‘penahanan administratif’ selama lima hari di kantor polisi cabang Jing’an.

Di bawah undang-undang yang ketat dan diberlakukan otoritas China sejak Oktober 2018, setiap orang yang dianggap ‘tidak menghormati’ lagu kebangsaan bisa terancam hukuman penjara hingga 15 hari. Bahkan ada laporan yang menyebut otoritas China mempertimbangkan untuk memperberat hukuman maksimum hingga 3 tahun penjara.

Dalam pernyataannya, Kepolisian Shanghai menegaskan bahwa lagu kebangsaan mewakili ‘simbol dan lambang negara’. “Seluruh warga dan organisasi harus menghormati lagu kebangsaan dan melindungi integritas lagu kebangsaan,” tegas Kepolisian Shanghai.

Ditegaskan juga bahwa platform live-streaming di internet ‘tidak berada di atas hukum’. “Mereka juga perlu menghormati hukum dan moral,” tandasnya.

Baca juga :  Inilah Sederet Pria Yang Pernah Dekat Dengan Alexa Key

Melalui akun Weibo miliknya, yang memiliki 1 juta followers, Yang menyampaikan permohonan maaf atas hal yang disebutnya sebagai ‘kesalahan bodoh’.

“Saya secara tulis meminta maaf karena menyanyikan lagu kebangsaan dengan cara yang tidak serius saat siaran. Apa yang saya lakukan telah melukai perasaan Anda. Saya minta maaf. Saya minta maaf untuk Tanah Air saya, untuk penggemar saya, untuk para pengguna internet dan untuk platform (live-streaming),” tulis Yang dalam pernyataannya.

Ditambahkan Yang bahwa dia akan menghentikan seluruh aktivitas live-streaming dan mengambil waktu untuk refleksi diri. “Saya akan merefleksikan diri dan secara menyeluruh mencari pendidikan ideologi, politik dan patriotik, dan belajar keras soal Undang-undang Lagu Kebangsaan dan aturan terkait lainnya,” ucapnya.

(Png – sisidunia.com)