Home » News » Peneliti Menemukan Spesies Anjing Baru di Kawasan Papua

Peneliti Menemukan Spesies Anjing Baru di Kawasan Papua



Manokwari – Para peneliti menemukan spesies anjing baru yang hidup di kawasan Grasberg, di Tembagapura, Mimika, Papua. Anjing yang serupa serigala itu tidak dapat menggonggong, hanya mengeluarkan suara teriakan panjang atau melolong.

Peneliti Menemukan Spesies Anjing Baru di Kawasan Papua

Peneliti Menemukan Spesies Anjing Baru di Kawasan Papua

“Memiliki ciri-ciri mirip dingo di Benua Australia. Karena belum memiliki nama ilmiah, kami kemudian menyebutnya ‘Singing Dog’,” kata peneliti dari Universitas Cenderawasih Papua, Hendra Kurniawan Maury.

Menurut Hendra, pada 1989 seorang fotografer berkebangsaan Amerika sempat mengabadikan hewan ini. Saat itu ia mendaki Puncak Mandala, Papua.

“Dokumentasi ini sempat ditayangkan oleh stasiun televisi National Geographic dan menimbulkan banyak spekulasi dan proyeksi dari zoologi di berbagai belahan bumi tentang keberadaan dingo di Tanah Papua. Anjing ini mirip serigala. Hidup di ketinggian 7.500 meter di atas permukaan laut,” ujar Hendra.

Pertama kali dilakukan pada 2016, penelitian terhadap Singing Dog. Peneliti datang dari dari Universitas Negeri Papua dan New Guenia Highland Wild Dog Foundation, James Mcintyre. Metode penelitian yang digunakan berupa observasi yang dilakukan secara langsung maupun menggunakan camera trap untuk mendeteksi keberadaan anjing-anjing daratan tinggi.

Diketahui Singing Dog hidup di dataran tinggi, minimal 7.000 meter di atas permukaan laut, dari penelitian itu. Hewan ini biasa hidup berkelompok yang terdiri atas empat ekor anjing.

Pimpinan kelompok adalah anjing jantan, dengan tiga ekor betina. Oleh masyarakat asli suku Amume dan Kamoro, anjing ini dianggap sebagai nenek moyang mereka.

Diakui Hendra, pada 2016 hingga 2018 tim dari Universitas Cenderawasih telah melakukan penelusuran tentang Singing Dog untuk mencari tahu apakah lebih primitif dibanding dingo atau lebih modern.

“Jika dilihat dari beberapa ciri fisiknya, Singing Dog lebih primitif dibandingkan dingo. Ciri fisiknya, kepalanya lebar, kemudian dari susunan kanisnya yang lebih besar, menunjukkan Singing Dog lebih primitif dibandingkan dingo,” jelas Hendra.

Baca juga : Artis Cantik Ini Menampik Isu Dirinya Dihamili Chris Martin

Untuk membandingkan ciri-ciri populasi highland wild dog (HWD) di daerah Pegunungan Tengah Papua dengan New Guinea Singing Dog (NGSD) yang ada di penangkaran, para peneliti masih melakukan survei. Selain itu, HWD yang diamati di daerah yang terisolasi ini terlihat memiliki ukuran tubuh yang agak lebih besar daripada NGSD.

HWD memiliki tubuh yang lebih besar, lebih tinggi, dan lebih panjang ukuran tubuhnya ketimbang NGSD dan HWD secara morfologi lebih mirip dengan anjing dingo di Australia.

Penemuan spesies baru anjing dataran tinggi ini dipublikasikan pada saat pelaksanaan Internasional Conference On Biodiversity, Ecotourism and Cretive Economy atau ICBE 2018 di kantor Gubernur Papua Barat.

(Png – sisidunia.com)