Home » News » Cegukan Selama 8 Tahun, Wanita Ini Konsumsi Obat Untuk Kurangi Cegukannya

Cegukan Selama 8 Tahun, Wanita Ini Konsumsi Obat Untuk Kurangi Cegukannya



Jakarta – Cegukan memang sangatlah menyebalkan. Tak hanya membuat kita terlihat konyok, cegukan juga dapat menimbulkan rasa tidak nyaman. Bisanya ini akan berlangsung lama dan sulit diatasi. Tapi, ada beberapa cara seperti menjulurkan lidah, minum banyak air putih dan menahan napas yang dianggap bisa menyembuhkan cegukan.

Cegukan Selama 8 Tahun, Wanita Ini Konsumsi Obat Untuk Kurangi Cegukannya

Cegukan Selama 8 Tahun, Wanita Ini Konsumsi Obat Untuk Kurangi Cegukannya

Namun bagaimana kalau cegukan itu tidak berhenti? Kebanyakan orang mengalami cegukan paling lama sekitar 5 menit. Namun berbeda dengan wanita yang satu ini. Dilansir dari Vt, Kamis (11/10/2018) gadis bernama Danielle Kirkland ini mengalami cegukan selama 8 tahun tanpa henti.

Baca juga : Balita di Garut Yang Hobi Makan Kerupuk dan Cireng Tumbuh Kerdil

Sebelum mengalami cegukan, wanita ini berpesta pada Maret 2008. Ketika bangun tidur, Danielle mengalami cegukan. Ia mengira cegukan ini disebabkan oleh minuman keras yang ia konsumsi saat pesta. Namun, Danielle jadi khawatir ketika cegukannya berlangsung terus menerus selama beberapa jam, setiap hari selama 8 tahun.

Ini merupakan masalah yang cukup serius baginya. Ia mengunjungi dokternya selama tujuh kali dan akhirnya mereka mendiagnosis kalau Danielle menderita cegukan kronis. Ia pun mencoba berkonsultasi dengan spesialis lambung, telinga, hidung, tenggorokan dan paru-paru di Sistem Kesehatan St Vincent di Birmingham.

Dokter Danielle pun tercengang melihat apa yang menyebabkan cegukannya itu. Mereka memutuskan bahwa cegukan Danielle mungkin disebabkan oleh diafragma yang secara tidak sengaja tertular dan mengalami kejang-kejang. Ini terjadi karena kecanduannya terhadap obat penghilang rasa sakit yang dia konsumsi untuk migrain dan radang sendanya.

“Saya mengambil barbiturat dan Lortab (opiat acetaminophen dan hidrokodon). Saya telah melakukan ini selama bertahun-tahun. Namun, dampak jangka panjangnya telah menyebabkan cegukan kronis,” kata Danielle, Kamis (11/10/2018).

Cegukan ini telah mengganggu hidupnya. Danielle yang sudah kuliah dan sedang pelatihan untuk menjadi perawat seringkali dikeluarkan dari kelas karena cegukannya yang mengganggu. Ia pun menjadi sulit berkonsentrasi di kelas. Ini juga mempengaruhi kehidupan cintanya.

Danielle akhirnya diresepkan pelemas otot tizanidine. Ia minum obat itu setiap malam untuk mengurangi frekuensi cegukannya menjadi hanya enam atau tujuh kali sehari. Saat melihat orang yang mengalami cegukan membuatnya jadi panik. Dan jika cegukannya kembali, ia mengonsumsi gula atau netraliser asam yang bisa membantu meredakan cegukan itu.

(Png – sisidunia.com)