Home » News » Mengerikan, Polisi Ini Masih Bisa Berjalan Meski Matanya Terkena Panah

Mengerikan, Polisi Ini Masih Bisa Berjalan Meski Matanya Terkena Panah



Jakarta – Viral video di media sosial kejadian seorang polisi tetap kuat berjalan meski mata kanannya terkena anak panah. Peristiwa itu terjadi ketika polisi yang diketahui bernama Brigpol Dolfis Wambonggo (42) melerai peperangan yang terjadi antar warga di Pegunungan Bintang, Papua, Selasa (2/10/2018).

Mengerikan, Polisi Ini Masih Bisa Berjalan Meski Matanya Terkena Panah

Mengerikan, Polisi Ini Masih Bisa Berjalan Meski Matanya Terkena Panah

Brigpol Dolfis Wambonggo masih berada di RS Bhayangkara Polda Papua, Jayapura hingga Kamis (4/10/2018) kemarin.

Baca juga : Seorang Asisten Ingin Labrak Walikota Prabumulih Saat Apel Pagi

Di media sosial Facebook, netizen yang membagikan kejadian Brigpol Dolfis Wambonggo tetap kuat berjalan meski mata kena anak panah adalah akun Eva Chanel Indigo.

“SUNGGUH BESAR PENGORBANANMU PAK #Bentrok Massa di Papua, Polisi Kena Panah di Mata,” tulis Eva, Kamis (4/10/2018).

Kejadian yang menimpa Brigpol Dolfis Wambonggo pun menuai simpati dari para netizen.

Amrizal Zal: “dokter tlong selamatkan polisi yg kena panah itu…sungguh beresiko itu…kan pakai racun tu panah. tolong selamat kan dia.tolong dia.”

Haikal Laurent: “Semoga pak polnya ngak apa2, Tuhan memberkati.”

Ibnu Sina: “Yaampun, ayah saya lg kerja di papua, semoga baik” saja yah, dan utk bapak itu semoga sehat terus.”

Lia Lia: “Yaallah,,,slamatkan lah pakpol itu.”

Jefry Nainggolan: “Semoga da damai dihati mreka.bt korban yg percaya Kpd tuhan pasti da mukjizat Bg kesembuhan klian.”

Sebagaimana dihimpun, kejadian itu dibenarkan Direktur RS Bhayangkara Polda Papua, AKBP Heri Budiono.

“Iya, video itu benar. Sekarang Brigpol. Dolfis Wambonggo berada di ruang ICU, anak panah masih menancap di matanya,” terang Heri.

Heri menuturkan, anak panah tersebut tidak dicabut lantaran jika dicabut bisa mempengaruhi rongga mata.

Untuk penanganan lebih lanjut, Dolfis rencananya akan dirujuk ke RS Polri yang berada di Jakarta.

“Akan kita rujuk ke Jakarta untuk pengobatan lebih intensif,” tukas Heri.

(Png – sisidunia.com)