Home » Ekonomi & Bisnis » Penurunan Produksi Ikan Cupang Saat Musim Kemarau

Penurunan Produksi Ikan Cupang Saat Musim Kemarau



Kediri – Sejumlah pembudidaya ikan hias Cupang (Beta) di Kelurahan Ketami, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur, mengeluh lantaran hasil produksinya menurun. Penurunan hasil produksi benih ikan hias ini dirasakan petani setiap kali panen satu minggunya.

Penurunan Produksi Ikan Cupang Saat Musim Kemarau

Ilustrasi

Heru Sulistiyo salah satu petani budidaya mengatakan, sebelum musim kemarau bisa memanen benih ikan Cupang tiap minggunya mencapai 50 ribu ekor, kini menyusut menjadi 20 sampai 30 ribu ekor saja.

Baca juga : Polisi Geledah Rumah Ratna Sarumpaet

“Berkurangnya karena faktor cuaca panas akibat kemarau, kedua adanya polusi dari pabrik gula saat produksi,” tuturnya, Sabtu (6/10/2018).

Polusi dari pabrik berbentuk langes yang jatuh ke air kolam mengandung minyak, juga membuka potensi kematian terhadap benih ikan cupang lebih besar.

“Itu sangat rentan sekali, jadi angka kematianya disitu,” kata Heru.

Heru mengaku sudah melakukan berbagai upaya. Salah satunya dengan membuat penutup pada sejumlah kolam serta secara rutin mengganti air kolam setiap harinya.

“Kita otak atik sendiri dengan cara kasih tutup, serta memperbarui dan mempercepat sirkulasi air dengan menguras kolam setiap hari,” ucap pria yang sudah menggeluti usahanya sejak tahun 1993.

Hasil panen benih ikan tiap minggunya dijual dan dikirim ke kawasan Kresidenan Kediri mencakup Tulunganggung, Blitar, Nganjuk dan Jombang. Benih ikan cupang jenis HM dijual per ekornya seharga 100 sampai 125 rupiah, untuk ukuran kurang dari satu centi meter.

Karena turunya hasil produksi, keuntungan yang didapat petani ikan hias tidak begitu banyak, melainkan hanya cukup untuk menutup biaya operasional produksi saja.

“Kalau operasional jadi muter aja mas. Ya keuntungan cukup buat makan aja,” ujarnya.

Harga ikan Cupang hias yang dijual bervariatif tergantung dari jenis dan warna. Ikan Cupang jenis Emperal pernah dijual seharga 500 ribu per ekor. Sementara jenis Koi dan Pensi dipatok harga 150 ribu. Ada juga ikan Cupang yang dijual murah sangat murah seharga 5 ribu.

(Png – sisidunia.com)