Home » Hiburan » Dituding Rasis, Artis Korea Ini Jadi Kontroversi

Dituding Rasis, Artis Korea Ini Jadi Kontroversi



Jakarta – Netizen mengritik aktris asal Korea Selatan, Honey Lee, lantaran komentar rasis yang diunggahnya di Instagram. Dalam salah satu postingan fotonya, Ia membuat caption yang dianggap merendahkan orang berkulit hitam.

Dituding Rasis, Artis Korea Ini Jadi Kontroversi

Honey Lee

Dalam postingan foto terbarunya, Honey Lee memamerkan foto selfie dan menulis caption, “Aku berubah menjadi ‘ggamsi uhnni’ (kakak berkulit gelap) setelah beberapa kali beraktivitas di luar ruangan.”

Baca juga : Acha Septriasa Ceritakan Pengalaman Baru Bintangi Film Horor

Netizen menyadari kalau ‘ggamsi’ adalah bahasa slang untuk menyebut ‘kulit gelap’. Ditambah lagi, Honey Lee menambahkan emoji bergambar wanita berkulit hitam. Kritikan pun berdatangan di postingannya tersebut.

“Bukankah ggamsi adalah istilah yang rasis?” tanya satu netizen. Ada pula yang berkomentar, “Ggamsi sepertinya bukan pilihan kata yang tepat.”

Netizen lainnya pun berkomentar, “Dia seharusnya lebih tahu (maknanya) karena sebelumnya dia tinggal di luar negeri. Sepertinya dia melakukan sebuah kesalahan.”

Tapi ada pula yang memuji penampilan mantan ratu kecantikan Miss Korea 2006 itu tanpa mempedulikan istilah slang yang digunakannya. “Cantik cantik dari ujung kepala hingga ujung kaki kamu sangat cantik,” tulis netizen.

“Seperti apa pun penampilanmu, kamu terlihat menakjubkan,” komentar netizen lain.

Honey Lee memiliki nama asli Lee Hanee. Ia mewakili Korea Selatan di Miss Universe 2007 di Meksiko. Wanita 35 tahun ini pun sukses menempati tempat runner-up ke-3 di ajang tersebut.

Lepas sebagai Miss Korea, Honey Lee mengejar karier sebagai aktris. Ia pernah membintangi serial drama ‘Shine or Go Crazy’, ‘Please Come Back, Mister’, ‘The Rebel’ dan film ‘Tazza: The Hidden Card’.

Selain pandai berakting, Honey Lee juga seorang pemain gayageum profesional, alat musik tradisional Korea. Ia bahkan lulus dari Seoul National University dengan penghargaan tinggi dalam musik tradisional Korea.

(Png – sisidunia.com)