Home » News » Melawan Saat Ditangkap, Begal Sadis Ditembak Mati Polisi

Melawan Saat Ditangkap, Begal Sadis Ditembak Mati Polisi



Surabaya – Seorang begal sadis yang tidak segan-segan melukai calon korbannya ketika tidak memberi barang berharga yang diminta, akhirnya berakhir. Setelah anggota Polres Bangkalan menembak mati sang begal ketika hendak melakukan perlawanan di Desa Sendang Dajah, Kecamatan Labang.

Usai Tembak Mati 5 orang, Pria Ini Kemudian Bunuh Diri

Ilustrasi

Identitas begal itu bernama Rizal Arisandi (30). Rizal selama ini menjadi buronan polisi karena telah melakukan pencurian dengan kekerasan pada sejumlah TKP. Tidak hanya beraksi di wilayah hukum Polres Bangkalan, tapi juga melakukan kejahatan di wilayah hukum Polrestabes Surabaya.

Baca juga : Kisah Seorang Bayi Yang Ditinggalkan Di Depan Pintu Panti

Ini diketahui berdasarkan hasil koordinasi antara Polres Bangkalan dengan Polrestabes Surabaya. Pelaku tewas dalam perjalanan menuju RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan. Setelah timah panas yang dilepaskan polisi bersarang pada dadanya.

Kapolres Bangkalan AKBP Bobby Pa’ludin Tambunan menjelaskan, Rizal memang sudah menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO). Sebelumnya kepolisian sudah meminta pelaku untuk segera menyerahkan diri karena terlibat kasus pencurian dengan kekerasan. Namun himbauan tersebut tidak diindahkan oleh pelaku.

“Lalu anggota melihat Rizal mengendarai truk dari Desa Jaddih, Socah menuju Surabaya. Polisi pun membuntuti Rizal. Rupanya Rizal tahu kalau dirinya diikuti petugas, lalu Rizal putar balik,” terang Bobby, Sabtu (22/9/2018).

Takut buruannya kabur, sambung Bobby, polisi memberikan peringatan agar menyerahkan diri. Namun pelaku terus kabur hingga ban truknya rusak. Akhirnya polisi menghadang truk yang dikendarai Rizal dengan mobil avanza.

Pelaku turun dari truk bukannya menyerah, melainkan berusaha kabur sambil melawan petugas dengan pisau. Petugas akhirnya menembak pelaku. Rizal meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit kemarin.

“Rizal melakukan kejahatan pada puluhan TKP. Pelaku juga tidak segan-segan melukai calon korbannya dengan clurit apabila melawan atau tidak bersedia menyerahkan barang berharga yang diincar,” tukas Bobby.

(Png – sisidunia.com)