Home » News » Ribuan Guru Honorer Akan Gelar Aksi di Sukabumi

Ribuan Guru Honorer Akan Gelar Aksi di Sukabumi



Sukabumi – Ribuan guru honorer di Kabupaten Sukabumi akan menggelar aksi di Gelanggang Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada Rabu (19/9/2018). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes kebijakan perekrutan CPNS 2018.

Ribuan Guru Honorer Akan Gelar Aksi di Sukabumi

Ilustrasi

“Akan diikuti oleh ribuan peserta dari beberapa kecamatan, yang sudah konfirmasi ada 20 kecamatan dikalikan rata-rata 100 orang yang akan datang besok,” kata koordinator aksi Kris Dwi Purnomo di Mapolres Sukabumi Kota, Selasa (18/9/2018).

Baca juga : Sekelompok Remaja Tikam Pria Saat Rayakan Ulang Tahun

Kris menjelaskan saat ini guru honorer di 13 kecamatan masih melakukan mogok mengajar, sejak Senin (17/9/2018). Berbagai kebijakan pemerintah yang ada saat ini ditegaskan Kris belum berpihak kepada nasib guru honorer yang ada di Kabupaten Sukabumi.

“Tanggung jawab kita sama dengan guru PNS, namun kesejahteraan kita masih jauh dari kata layak. Kita berjihad mencerdaskan anak bangsa, tapi anak istri kita di rumah bertahan dengan segala keterbatasan. Bukan tidak ikhlas tapi lihat senior kami guru honorer yang sudah puluhan tahun mengabdi, bahkan ada yang sudah meninggal dunia tanpa ada kejelasan status kesejahteraannya,” beber dia.

Tuntutan yang akan disuarakan oleh guru honorer tersebut antara lain pencabutan Permenpan No, 36 Tahun 2018 karena dinilai diskriminatif dan cacat hukum. Kemudian mereka juga menilai kedudukan Permenpan tidak boleh tinggi dari Peraturan Pemerintah dan UU ASN.

“Kami juga meminta agar perekrutan CPNS tahun 2018 dibatalkan dan meminta pemerintah untuk menerbitkan sandaran hukum yang jelas berupa Peraturan Pemerintah Pengganti Undang -undang (Perppu) sesuai kebutuhan, untuk meningkatkan status honorer menjadi CPNS, berdasarkan masa kerja paling lama secara bertahap sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Aksi besok rencananya akan dimulai dengan iring-iringan guru honorer menuju Gedung Negara Pendopo Kabupaten Sukabumi di wilayah Kota Sukabumi. Namun aksi itu batal dilakukan karena pihak kepolisian dan Dinas Pendidikan menyebut gedung tersebut tidak lagi menjadi rumah bupati.

“Ada penegasan dari Disdik dan Kasat kalau ada surat edaran gedung itu bukan lagi rumah bupati, kita belum melihat edaran itu tapi kita setuju untuk mengalihkan lokasinya. Lokasi kita pindah ke gelanggang Cisaat,” tandas dia.

(Png – sisidunia.com)