Home » Gaya Hidup » Minum Kopi dan Teh Secara Rutin Mampu Jaga Gula Darah Tetap Stabil

Minum Kopi dan Teh Secara Rutin Mampu Jaga Gula Darah Tetap Stabil



Jakarta – Sebelum berangkat beraktivitas, kebanyakan orang minum secangkir kopi dan teh hangat yang udah menjadi ritual memulai hari yang tidak bisa diganggu gugat. Namun tak disangka-sangka, minuman hangat favorit Anda itu dipercaya bisa menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Minum Kopi dan Teh Secara Rutin Mampu Jaga Gula Darah Tetap Stabil

Ilustrasi

Sekelompok peneliti dari ETH Zurich di Swiss melaporkan bahwa berbagai senyawa aktif dalam dua minuman tersebut bisa membantu menurunkan gula darah, khususnya bagi para pengidap diabetes tipe 2.

Baca juga : 5 Obat Ini Tidak Boleh Diminum Dengan Teh

Pada diabetes tipe 2, tubuh memiliki insulin yang cukup tapi tidak mampu menggunakannya dengan baik sebagai sumber energi. Akibatnya, gula darah akan semakin menumpuk dalam tubuh. Itu kenapa pengidap diabetes perlu mengatur gula darahnya dengan tepat. Selain pakai obat, jadwal, jumlah, dan jenis makanan pun harus selalu diperhatikan. Lalu, seperti apa peran kopi dan teh untuk membantu diabetesi menjaga kadar gula darah mereka? Yuk, cari tahu lebih lanjut seperti dikutip dari Hellosehat.com:

Bagaimana kopi dan teh bantu menurunkan gula darah pengidap diabetes?

Peneliti menemukan bahwa kandungan kafein dalam kopi dan teh bisa membantu pengidap diabetes tipe 2 untuk menurunkan gula darah mereka. Namun, manfaat pengaturan kadar gula darah ini tidak bisa dicapai sesimpel hanya dengan minum secangkir kopi atau teh saja. Agar kopi atau teh favorit Anda bisa bantu menurunkan gula darah, tubuh perlu dibantu dengan kehadiran sebuah reseptor khusus. Pasalnya, kafein di sini hanya bertindak sebagai aktivator alias agen pemicu gen. Masih bingung bagaimana?

Untuk mendapatkan manfaat kafein tersebut, sebelumnya tim peneliti dari ETH Zurich telah lebih dulu merancang sebuah reseptor gen buatan yang secara khusus merespon efek kafein dalam tubuh. Reseptor adalah protein yang berada di permukaan sel dan hanya akan bereaksi ketika mereka bertemu dengan molekul tertentu, layaknya pintu yang bisa terbuka dengan kunci yang tepat. Karena sifat reseptor sintetik tersebut hanya bereaksi terhadap kafein, maka peneliti menamakannya dengan “caffeine-stimulated advanced regulator” (C-STAR).

Peneliti melaporkan bahwa tikus-tikus lab yang mengidap diabetes tipe 2 menunjukkan perbaikan sistem imun untuk mengatur gula darah yang jauh lebih baik setelah disuntikkan sel-sel buatan mengandung C-STAR dan diminumkan kopi berkafein, dibandingkan dengan tikus yang tidak disuntikkan C-STAR.

Ini karena setelah memasuki aliran darah, kafein akan berikatan pada reseptor C-STAR dan mengaktifkan produksi synthetic human glucagon-like peptide 1 dalam sel tubuh. Senyawa ini adalah senyawa yang sama digunakan dalam obat-obatan diabetes untuk menurunkan gula darah.

Masih perlu dikembangkan lagi

Penelitian di atas masih terbatas pada uji kultur sel di laboratorium dan pada tikus lab yang masih dalam fase prediabetes. Butuh lebih banyak studi lain yang lebih luas cakupannya untuk bisa memastikan peran kafein terhadap efek pengaturan kadar gula darah pasien diabetes.

Sekarang ini para ahli masih terus menguji terus respon C-STAR ke berbagai macam sel. Para peneliti juga masih butuh uji coba dengan dosis kafein yang berbeda-beda, dan jenis minuman berkafein yang berbeda-beda.

Dengan adanya temuan ini, peneliti berharap bahwa di masa depan pengobatan diabetes memungkinan pemasangan gen sirkuit buatan dalam sel. Ditambah perbaikan gaya hidup yang lebih baik, para diabetesi dapat mengatur kadar gula darahnya dengan hal yang lebih praktis seperti minum kopi atau teh yang mengandung kafein.

Minum kopi dan teh juga ada batasnya

Minum kopi dan teh menyimpan banyak manfaat bagi kesehatan. Salah satunya yang sedang terus dikembangkan adalah efek penurunan gula darah, seperti yang telah diuraikan di atas.

Kendati demikian, Anda tidak boleh terlena dengan iming-iming manfaat tersebut sehingga jadi berlebihan minum kopi dalam sehari. Mengutip laman NPR, sebuah studi terbitan Mayo Clinic Proceedings menunjukkan bahwa rutin minum dua-tiga gelas kopi per hari masih tergolong wajar dan berpotensi membawa manfaat.

Bukan hanya jumlah porsinya saja yang perlu Anda pertimbangkan, tapi juga apa yang Anda tambahkan ke dalam cangkir minuman Anda. Kopi dan teh tidak lagi menjadi minuman sehat jika dibubuhi oleh bersendok-sendok krim, gula, sirup, dan whip cream. Risikonya terhadap peningkatan gula darah dari tambahan pemanis ini jelas akan mengalahkan nilai manfaatnya untuk kondisi Anda.

(Png – sisidunia.com)