Home » Hiburan » Seorang Uskup Minta Maaf Usai Dituding Raba Dada Ariana Grande

Seorang Uskup Minta Maaf Usai Dituding Raba Dada Ariana Grande



Los Angeles – Saat menghadiri acara pemakaman “Queen of Soul”, Aretha Franklin pada Jumat (31/8) waktu setempat, Ariana Grande baru saja mengalami hal yang kurang mengenakan. Penyanyi cantik kelahiran 1993 itu diduga mengalami pelecehan seksual yang dilakukan oleh Uskup Charles H. Ellis III yang memimpin acara pemakaman hari itu.

Seorang Uskup Minta Maaf Usai Dituding Raba Dada Ariana Grande

Ariana Grande

Dalam video yang beredar di media sosial nampak Uskup Ellis meletakkan tangannya di samping dada Ariana di atas mimbar acara pemakaman. Sontak banyak pihak yang meradang atas tindakan tidak senonoh yang dilakukan oleh Uskup Ellis. Tak lama setelah aksinya menuai kontroversi, Uskup Ellis pun akhirnya meminta maaf lewat awak media.

Ia mengaku tak berniat melakukan pelecehan terhadap Ariana seperti yang ditudingkan. “Tidak akan pernah ada niat dari saya untuk menyentuh payudara wanita mana pun. Aku tidak tahu, ku rasa aku melingkarkan tanganku di sekelilingnya. Mungkin saya telah melampaui batas, mungkin saya terlalu ramah atau akrab tapi sekali lagi saya minta maaf,” ujar Uskup Ellis seperti dilansir Variety, Senin (3/9).

Ellis juga mengatakan bahwa ia memeluk siapapun yang naik mimbar pemakaman pada hari itu. “Saya memeluk semua artis wanita dan artis pria. Semua yang naik, saya menjabat tangan mereka dan memeluk mereka. Itulah yang kita semua tahu tentang (ajaran) di gereja. Semuanya tentang cinta,” lanjut pendeta dari Greater Grace Temple di Detroit itu.

Baca juga : Soal Isu Pernikahannya Dengan Habib Usman, Kartika Putri Bilang Begini

Lebih lanjut, Ellis meminta maaf kepada Ariana dan penggemarnya yang sudah terganggu atas insiden ini. “Saya pribadi dan dengan tulus meminta maaf kepada Ariana dan kepada para penggemarnya dan kepada seluruh komunitas Hispanik. Ketika Anda melakukan program selama sembilan jam, Anda mencoba membuatnya tetap hidup. Anda mencoba memasukkan beberapa lelucon di sana-sini,” pungkasnya.

Ariana juga sempat mendapat kritikan dari publik, saat kabar ini pertama kali muncul. Aksi Uskup Ellis dianggap sebagai “akibat” dari kekasih Pete Davidson yang berpakaian terlalu terbuka tak sesuai dengan aturan gereja. Tapi di sisi lain, banyak juga pihak yang mendukung Ariana dan bahkan menggunakan hashtag #RespectAriana sebagai bentuk dukungan atas kasus ini.

(Png – sisidunia.com)