Home » News » Begini Penjelasan SMA 15 Muhammadyah Soal Tawuran Yang Menewaskan Pelajar

Begini Penjelasan SMA 15 Muhammadyah Soal Tawuran Yang Menewaskan Pelajar



Jakarta – Tawuran antarpelajar di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan menewaskan seorang pelajar. Korban Tewas diketahui bernama Ari Haryanto (16) yang merupakan pelajar SMA 15 Muhammadiyah.

Begini Penjelasan SMA 15 MUhammaduyah Soal Tawuran Yang Menewaskan Pelajar

Ilustrasi

“Iya betul,” kata Kepsek SMA 15 Muhammadiyah Slipi Asrunas Imran saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (4/9/2018).

Baca juga : Pemalsu Dokumen di Tangerang Berhasil Dibekuk Polisi

Asrunas mengatakan, Ari adalah murid baru di SMA 15 Muhammdiyah. Selama ini Ari dikenal supel.

“Karena anak ini menurut pengamatan saya, anak ini baru, baru 2 bulan, kan anak kelas 10. Jadi belum begitu paham saya. Tapi kalau cerita temannya itu anaknya sih suka senyum, nggak bermasalah, cepat akrab sama teman sama orang,” jelasnya.

Selama sekolah, Ari tidak memiliki catatan buruk. “Iya, kita belum tahu kan baru, belum ada catatan itu, baru 2 bulan ini,” ujarnya.

Pihak sekolah sendiri telah menemui orang tua Ari dan mengikuti prosesi pemakaman. “Kami yang datang ke sana, ke rumahnya. Ke pihak korban sudah kami datang, waktu penguburan kami datang, anak-anak dengan wali kelasnya datang. Hari Seninnya kami datang lagi, perwakilan pihak sekolah,” paparnya.

Asrunas sendiri mengaku tidak mengetahui kejadian itu, sebab kejadian itu terjadi di luar jam dan lingkungan sekolah. Pihaknya hanya mengetahui ada 3 anak yang menjadi korban dalam peristiwa itu.

“Kami kan hanya bisa menerima cerita dari saksi, dari anak yang ikut itu. Kan anak kami ada 3 orang yang ke Bulungan itu, kami dengar ceritanya itu dari satu orang namanya Rohan,” kata Asrunas.

Kepada pihak sekolah, murid tersebut menjelaskan kejadian tersebut. Mereka mengaku dibuntuti oleh para pelaku setelah nongkrong di kawasan Kebayoran Lama.

“Dia ke sana dalam rangka main-main aja untuk minum kopi, ngobrol, main game, ngumpul-ngumpul lah. Pulangnya jam 3 malam, nah pulangnya itu ada yang buntutin dari belakang mereka sebanyak berapa motor itu, ada 5-6 motor gitu,” sambungnya.

Asrunas mengatakan, pihaknya belum bisa menjatuhkan sanksi terhadap anak-anak yang terlibbat tawuran. “Ya kita belum bisa berikan sanksi karena kejadian itu kalau menurut versi mereka kan bukan tawuran, mereka main di sana,” ucapnya.

“Dulu pernah ada yang tawuran itu, dulu jelas ada barang bukti dan sebagainya, tahun lalu. Kalau ini kita cuma tahu dari anak, dan berita dari kepolisian dan media,” tambahnya.

Peristiwa tawuran terjadi pada Sabtu (1/9/2018) di Jalan Soepono, Kebayoran Lama, Jaksel. Polisi telah menangkap 11 orang terkait kejadian yang menewaskan Ari ini.

(Png – sisidunia.com)