Home » News » Pembuat Video Porno Anak Divonis 7 Tahun Penjara Dan Denda Rp 250 Juta

Pembuat Video Porno Anak Divonis 7 Tahun Penjara Dan Denda Rp 250 Juta



Bandung – Selaku terdakwa dalam pembuatan video porno anak awal Januari 2018 lalu, Pengadilan Negeri Klas I Bandung memvonis M Faisal Akbar tujuh tahun penjara.

Pembuat Video Porno Anak Divonis 7 Tahun Penjara Dan Denda Rp 250 Juta

Ilustrasi

Tak hanya menjalani vonis, ia harus membayar ‎denda Rp250 juta, subsider kurungan enam bulan. Putusan majelis sama dengan tuntutan yang diberikan oleh jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Bandung.

Baca juga : Pemerintah Sorot Penyakit Menular di Papua Barat

‎Dalam amar putusannnya, Ketua Majelis Waspin Simbolon menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan berperan dalam memproduksi dan mengarahkan anak di bawah umur untuk beradegan asusila pada kurun waktu bulan April dan Agustus 2017.

Faisal terbukti melanggar ‎dan bersalah sesuai dalam Pasal 82 Undang-undang Nomor 35/2014 Tentang Perlindungan Anak, Pasal 2 Undang-undang Nomor 21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Dan pasal 29 Undang-undang Nomor 44/2008 tentang Pornografi serta Pasal 27 Undang-undang Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

‎“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa hukuman penjara selama tujuh tahun penjara, denda Rp250 juta subsider enam bulan kurungan,” terang Waspin di ruang sidang III Pengadilan Negeri Bandung, Jalan L.L RE Martadinata, Selasa (28/8/2018).

Sementara itu, dalam persidangan yang berbeda di waktu dan tempat yang sama, ‎para terdakwa lainnya di antaranya, ‎yakni Susanti ibu dari anak di bawah umur inisial D, Herni ibu dari anak di bawah umur SP, dan Ismi sebagai penghubung antara si anak di bawah umur dengan pemera, dan Intan selaku pemeran perempuan video porno anak, di vonis empat tahun penjara.

Amar putusan dibacakan oleh Hakim Ketua Majelis Sunanto dalam sidang dengan agenda putusan kasus pembuatan dan penyebaran video porno anak.‎

Mereka terbukti bersalah sesuai Pasal 82 Undang-undang Nomor 35/2014 Tentang Perlindungan Anak, Pasal 2 Undang-undang Nomor 21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Dan pasal 29 Undang-undang Nomor 44/2008 tentang Pornografi serta Pasal 27 Undang-undang Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Menjatuhkan hukuman penjara selama tiga tahun, dikurangi masa penahanan,” kata Ketua Majelis Sunanto dalam amar putusannya.

Kasus video porno tersebut, berawal dari pertemanan Faisal dengan komunitas Rusia di Facebook bernama VIKA. Berawal dari mengirimkan foto porno berupa editan antara seorang anak dan perempuan dewasa pada akhir bulan April lalu.

Faisal lalu menyanggupi permintaan yang mengorder video, pria tersebut bernama R yang mengaku orang Kanada untuk membuat video mesum dengan imbalan bayaran uang. Faisal pun menyanggupi tawaran tersebut dan kemudian meminta bantuan untuk mencarikan anak laki-laki kepada Cici dan Ismi.

Mereka kemudian membuat video tersebut di bulan Mei dan Agustus 2017 lalu di dua hotel di Kota Bandung. Setelah video itu jadi, tersangka Faisal mengirimkan video itu kepada R (orang Kanada) melalui media sosial telegram.

Dalam order tersebut, Faisal menerika pembayaran beberapa kali. Yakni pertama Rp6 juta, Rp8 juta, dan Rp16 juta. Jadi total yang diterima semuanya Rp31 juta.

(Png – sisidunia.com)