Home » News » Ini yang Menyebabkan Pemberian Vaksin MR di Papua Barat Terkendala

Ini yang Menyebabkan Pemberian Vaksin MR di Papua Barat Terkendala



Jakarta – Provonsi Papua Barat menjadi salah satu lokasi pelaksanaan vaksin measles rubella (MR) dari pemerintah. Telah banyak anak-anak diimunisasi, bahkan sebentar lagi mencapai jumlah target.

Ini yang Menyebabkan Pemberian Vaksin MR di Papua Barat Terkendala

Gambar Ilustrasi

Berdasarkan catatan pelaksanaan vaksin MR, pencapaian target vaksin MR di Papua Barat berada di urutan teratas dibanding 27 provinsi lainnya, yang sama-sama melaksanakan program ini. Tidak terasa capaiannya sudah 64,97% dari target nasional.

Baca juga : Seorang Pria Borong iPhone X Dari Mesin Pencapit Boneka

Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat Otto Parorrongan, SKM, M.MKes mengatakan, kalau melihat cakupan ini belum mencapai target. Kekurangannya bisa dikejar dalam waktu satu bulan.

“Target minimal cakupan anak dapat vaksin MR 95% di tahun 2019. Tapi kita inginkan lagi tentu 100%, khusus pada anak usia 9 bulan-15 tahun,” ungkapnya, saat Forum Group Diskusi bersama Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat di Manokwari, Senin (27/8/2018).

Dia menginginkan, anak-anak di Papua Barat wajib mendapatkan imunisasi MR. Karena itu merupakan salah satu langkah pencegahan terhadap penyakit campak dan rubella.

Otto menambahkan, karena semangatnya tenaga kesehatan dalam mempromosikan vaksin MR ke masyarakat, membuat angka pencapaian sasaran tergolong tinggi. Hal itu jadi salah satu keunggulan dalam melaksanakan imunisasi massal atau serentak.

“Teman-teman tenaga kesehatan di sini energinya positif. Mereka semangatnya cukup tinggi dan baik,” bebernya.

Meski cakupan targetnya lumayan tinggi, lanjut dia, ada tiga kabupaten yang anak-anaknya belum divaksin. Antara lain Kaimana, Pegunungan Arfak dan Manokwari. Persoalan yang terjadi cukup klasik. Daerah tersebut mengalami masalah infrastruktur yang belum kunjung usai.

“Daerah yang persoalannya belum usai infrastrukturnya Kaimana dan Pegunungan Arfak. Masyarakat masih sulit menjangkau pos kesehatan, jalannya jauh. Maka kita datangi mereka ke kampung-kampung supaya berhasil capaiannya,” terangnya.

Otto akan terus berusaha mencapai target pemberian vaksin MR kepada anak-anak di wilayah Papua Barat. Apalagi di daerah terpencil yang sulit dijangkau banyak orang.

(Png – sisidunia.com)